Agus lebih lanjut mengharap warga Wadas tak termakan isu negatif tersebut dan tetap beraktivitas seperti biasanya.
“Apabila ada permasalahan, saya minta hal tersebut ke saluran yang benar. Selaku Forkompinca kami juga berharap situasi Wadas tidak dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab untuk memperkeruh situasi,” ungkap Camat Bener.
Kekhawatiran Agus selaku camat didasari keluhan banyak warga tentang dugaan hadirnya orang luar dalam permasalahan yang dihadapi desa Wadas.
Sebuah komunitas yang menamakan dirinya Matadewa (Masyarakat Terdampak Desa Wadas), menolak keras kehadiran orang luar dalam masalah Wadas. Mereka menginginkan situasi desa tempat tinggalnya selalu kondusif.
“Kami masyarakat Desa Wadas setuju dengan program pemerintah Kedung Bener. Kami menolak kedatangan orang luar di desa Wadas. Kami menolak berita hoax, kami menolak Kamtibmas yang kondusif di desa Wadas,” ungkap komunitas warga lokal tersebut.
Menanggapi situasi itu, Kapolda Jateng melalui Kabidhumas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menyatakan pihaknya terus memantau dan memahami betul situasi desa Wadas. Dia menghargai atensi masyarakat dan media terhadap desa Wadas, termasuk hadirnya orang yang mengaku menjadi kuasa hukum warga Wadas.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada saudara Julian yang mengaku kuasa hukum warga Wadas,” ungkapnya.
Kabidhumas juga meminta masyarakat menyampaikan aspirasinya ke saluran yang ada.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya













