Salah satu pekerja proyek saat di tanya wartawan menurut njenengan (kamu) pekerjaan ini sudah benar atau tidak dan sesuai RAB tidak, knp setelah septic tank yang sudah dipasang malah justru lebih tinggi dari permukaan jalan sebelumnya?,” Jawab pekerja, “Saya sebenarnya dari awal takut melaksanakan pekerjaan ini,” celetuk salah satu pekerja proyek.
Lanjutnya, saat di tanya kenapa septic tank yang terpasang lebih tinggi dengan permukaan jalan?, Jawab pekerja, tidak tau nanti katanya semua jalannya mau di tinggikan,” bebernya.
Sementara Kepala Kelurahan Kraton Arifulloh saat di konfirmasi, Selasa (2/11/2021) melalui pesan whatsaapnya terkait pekerjaan tersebut tidak memberikan komentar apapun, pesan hanya lihat di baca saja tidak memberikan balasan pesan apapun. Padahal sebelum pekerjaan proyek di laksanakan, justru Kepala Kelurahan dan Kepala BKM Kraton bersama tim selalu aktif meninjau lokasi beberapa kali, tapi setelah proyek dilaksanakan ketika warga mengeluhkan adanya dugaan ketidak beresan proyek tersebut tidak mau memberikan jawaban atau meninjau lokasi secara langsung.
Bukan itu saja, “Bahkan ketika di adakan rapat dengan warga beberapa waktu lalu di rumah Ibu Nurhayati dengan warga sebelum pelaksanaan proyek, Ketua BKM Kraton memberikan ucapan yang tidak enak dan menyinggung di hadapan warga.
“Kalau proyek ini tidak di laksanakan tidak apa-apa, tapi nanti kata Pak Lurah, RT ini akan di anak tirikan dan tidak akan diusulkan pembangunan apapun,” ancam Ketua BKM Kraton saat itu.
Dengan statement seperti itu, sudah jelas pekerjaan proyek tersebut terkesan di paksakan, ada apa???. (Tim IWO/Susi)
Halaman : 1 2













