Poto ilustrasi
Kuningan patrolinews86.com.Habibie Zidan siswa kelas IV SDN Randobawa girang kecamatan Mandirancan yang beberapa Minggu yang lalu mendapat penganiyaan kini tidak mau masuk sekolah lagi.
Penganiayaan terhadap dirinya di lakukan oleh Juli di depan kepala sekolah dengan menekan rahang Habibie sampai merasa kesakitan,sehingga kasusnya di laporkan ke polres Kuningan oleh orang tua Habibie.
kejadian ini mendapatkan komentar dari Suradi ketua FORWADES Kuningan Perlu diketahui penganiyaan terjadi akibat candaan teman sekelas antara Habibie dan Caca setelah kegiatan belajar mengajar selesai,namun rupanya Caca tidak terima dengan candaan yang di lontarkan oleh Habibie dengan menyebut ” Caca cucunya Sebeng ” (Sebeng sebutan orang kurang waras kampung sekolah ) dan melaporkannya kepada kakeknya yang bernama Juli .
Tak berapa lama Juli pun datang ke sekolah dan menemui kepala sekolah Kusyati.
Kemudian Kusyati memanggil Habibie untuk di pertemukan dengan Juli.
Setelah ada mediasi di ruang kepala sekolah , rupanya Juli menarik Habibie dan menekan rahangnya sampai menimbulkan rasa sakit,ungkapnya.
Sejak kejadian tersebut Sabtu 11 / 09 sampai sekarang Habibie diduga masih trauma sehingga tidak mau masuk sekolah.padahal baru saja belajar tatap muka dimulai.
Tidak masuknya Habibie ke sekolah di akui kepala sekolah Jumiyati pada media ini Kamis 23 /09.
” Betul sampai saat ini Habibie belum masuk sekolah untuk mengikuti belajar tatap muka, tetapi kami memberikan tugas melalui daring (online ). kamipun melakukan pemantauan dan baik baik saja,tandasnya.
Sebetulnya kejadian tersebut tidak perlu terjadi di lingkungan sekolah apabila Jumiyati tidak mempertemukan Habibie dengan Juli di ruangannya,
Apalagi setelah kejadian, kepala sekolah kurang upaya yang masif untuk pemulihan psikis Habibie, seperti putusnya komunikasi dengan orang tua korban dan hanya sekedar pantauan itu tindakan konyol,imbuhnya.
Seharusnya kepala sekolah lebih intens datang ke rumah Habibie untuk memberi suport agar trauma psikis Habibie lebih baik sehingga mau bersekolah kembali, karena ini masih menjadi tanggung jawab sekolah,jangan hanya memantau dari kejauhan serta menganggap kepala sekolah ini gagal melakukan pendidikan moral,pungkasnya.(nandang)
























