“Hal teknis seperti penerapan protokol kesehatan dan tindak lanjut nya masih kita bicarakan. Termasuk penyikapan jika ada tamu yang reaktif. Maka tim nakes dari puskesmas tetap kami persiapkan untuk prokesnya seperti bukti vaksin dan uji swab antigen” tambahnya.
Sedangkan salah satu panitia dari Pengurus Pengelola Peninggalan Ki Ageng Gribig atau P3KAG Jatinom Wisnu Satata dalam rapat menjelaskan telah menyusun rangkaian Yaqowiyyu, walaupun dilaksanakan dengan sederhana. Acara
akan lebih menekankan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Negara.
“Acara akan dibuka dengan tahlil dan dzikir tanggal 16 September 2021. Ada acara sema’kan Alqur’an, Serah Tinampi Apem Panjang Ilang di tanggal 22 dan 23 September 2021 sebelum acara puncaknya di tanggal 24 September 2021. Para ulama dan tamu VVIP akan dipusatkan di Masjid Alit dan masyarakat sholat Jumat di Masjid Gede.
Baru setelah masjid Gede disterilkan, baru tamu VVIP bergeser ke sana. Jumlah undangan sangat dibatasi. Acara yaqowiyu tahun ini lebih mengedepankan Doa untuk Bangsa dan Negara, berbarengan khaul Ki Ageng Gribig” pungkasnya.( Samira ).
Halaman : 1 2
























