PRIAMANAYA GROUP SALURKAN BANTUAN BANJIR DAN TANAH LONGSOR DI KABUPATEN LAHAT

Minggu, 4 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PRIAMANAYA GROUP SALURKAN BANTUAN BANJIR DAN TANAH LONGSOR DI KABUPATEN LAHAT

Lahat Sumsel:Patrolinews86.com Priamanaya Group kembali menyalurkan bantuan kepada korban banjir dan tanah longsor di 4 Kecamatan di kabupaten Lahat, yaitu : Kecamatan Lahat, Jarai, Pajar Bulan dan Suka Merindu. Bantuan yang dberikan kepada korban berupa 500 Paket sembako. Pakaian dewasa dan anak-anak.

Bantuan diterima secara simbolis oleh Penjabat Bupati Lahat Muhammad Farid S.STP.M.Si. di Halaman Pemkab Lahat ini nampak dihadiri juga oleh PLH Sekda Lahat Rudi Thamrin, Kalak BPBD Drs. H. Ali Afandi MM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ir Agus Salman, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lahat H Rudi Darma SE MSI dan Perwakilan managemen Priamanaya Group, Pada Sabtu 3 Februari 2024.

Pj Bupati Lahat Muhammad Farid S.STP.M.Si mengungkapkan, terima kasih kepada Primanaya Group yang dalam hal ini bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lahat untuk membantu penanggulangan Bencana alam Banjir bandang dan tanah longsor di wilayah kabupaten Lahat,

“Diharapkan bantuan ini dapat membantu mengurangi kesusahan saudara kita yang saat ini sedang ditimpa musibah banjir bandang tanah longsor ” Ujarnya

Pemerintah Kecamatan Jarai, yang diwakilkan oleh Kasi Kesejahteraan Sosial, Jumita Resdiane, menerima langsung bantuan bantuan tersebut dan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas kepedulian dari Priamanaya Group “Atas nama masyarakat Desa Kecamatan Jarai, Pajar Bulan, dan Sukamerindu mengucapakn terima kasih telah memberikan bantuan kepada kami dan akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak.”
Edwin Safutra, selaku Community Development Priamanaya Group, menyampaikan turut prihatin atas musibah banjir dan tanah longsor yang menimpa masyarakat di wilayah KecamatanLahat, Jarai, Pajar Bulan, dan Suka Merindu. “Kami turut berduka dan prihatin atas apa yang dirasakan masyarakat yang terdampak banjir, oleh karena itu sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap bencana yang menimpa masyarakat di wilayah kerja perusahaan sudah sepatutnya kami memberikan bantuan dengan harapan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat.” tutur Edwin.
Priamanaya Group yang salah satu wilayah kerjanya mencakup Kabupaten Lahat. Dalam kegiatan operasionalnya, Priamanaya Group berkomitmen untuk selalu peduli terhadap lingkungan sekitar. Dalam hal ini, Priamanaya Group berharap bantuan ini akan membantu meringankan beban serta kesulitan para korban bencana alam yang berada pada lingkungan wilayah kerja.

AS*M

Berita Terkait

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.
Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas
Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih
PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 
Polres Indramayu Buka Pelatihan Vokasi Bagi Warga PHK dan Peduli Pengangguran
Jalan Agus Salim Diaspal Ulang, Polres Pekalongan Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
PULUHAN ORMAS PEMUDA PANCASILA BERKUMPUL DI GOR TRISANJA MENGGRUDUG KANTOR PIMPINAN CABANG GERAKAN ANSHOR TEGAL. 

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:00 WIB

PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 

Berita Terbaru