Trauma !!! Akibat Dianiaya, Siswa SDN Randobawa Girang Tidak Mau Masuk Sekolah.

Kamis, 23 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Poto ilustrasi

Kuningan patrolinews86.com.Habibie Zidan siswa kelas IV SDN Randobawa girang kecamatan Mandirancan yang beberapa Minggu yang lalu mendapat penganiyaan kini tidak mau masuk sekolah lagi.
Penganiayaan terhadap dirinya di lakukan oleh Juli di depan kepala sekolah dengan menekan rahang Habibie sampai merasa kesakitan,sehingga kasusnya di laporkan ke polres Kuningan oleh orang tua Habibie.

kejadian ini mendapatkan komentar dari Suradi ketua FORWADES Kuningan Perlu diketahui penganiyaan terjadi akibat candaan teman sekelas antara Habibie dan Caca setelah kegiatan belajar mengajar selesai,namun rupanya Caca tidak terima dengan candaan yang di lontarkan oleh Habibie dengan menyebut ” Caca cucunya Sebeng ” (Sebeng sebutan orang kurang waras kampung sekolah ) dan melaporkannya kepada kakeknya yang bernama Juli .
Tak berapa lama Juli pun datang ke sekolah dan menemui kepala sekolah Kusyati.
Kemudian Kusyati memanggil Habibie untuk di pertemukan dengan Juli.
Setelah ada mediasi di ruang kepala sekolah , rupanya Juli menarik Habibie dan menekan rahangnya sampai menimbulkan rasa sakit,ungkapnya.

Sejak kejadian tersebut Sabtu 11 / 09 sampai sekarang Habibie diduga masih trauma sehingga tidak mau masuk sekolah.padahal baru saja belajar tatap muka dimulai.
Tidak masuknya Habibie ke sekolah di akui kepala sekolah Jumiyati pada media ini Kamis 23 /09.
” Betul sampai saat ini Habibie belum masuk sekolah untuk mengikuti belajar tatap muka, tetapi kami memberikan tugas melalui daring (online ). kamipun melakukan pemantauan dan baik baik saja,tandasnya.

Sebetulnya kejadian tersebut tidak perlu terjadi di lingkungan sekolah apabila Jumiyati tidak mempertemukan Habibie dengan Juli di ruangannya,
Apalagi setelah kejadian, kepala sekolah kurang upaya yang masif untuk pemulihan psikis Habibie, seperti putusnya komunikasi dengan orang tua korban dan hanya sekedar pantauan itu tindakan konyol,imbuhnya.

Seharusnya kepala sekolah lebih intens datang ke rumah Habibie untuk memberi suport agar trauma psikis Habibie lebih baik sehingga mau bersekolah kembali, karena ini masih menjadi tanggung jawab sekolah,jangan hanya memantau dari kejauhan serta menganggap kepala sekolah ini gagal melakukan pendidikan moral,pungkasnya.(nandang)

Berita Terkait

Tujuh Mata Lomba Ikut Memeriahkan HUT PGRI di Kecamatan Cipaku Ciamis
Bau Tak Sedap Dana BOS..! 13 SDN di Kecamatan Depok Berpotensi Bakal Berhadapan dengan Persoalan Hukum
Daftar Sekolah SMA/ SMK Negeri Swasta di Kabupaten Kuningan
SMA-SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Majalengka
Madrasah Aliyah Negeri 2  Kota Cirebon Hari ini lagi diperiksa BPKP
Buka Bimtek Penguatan Peran PPID Sekolah Se-Cadisdik Wilayah IV, Kadisdik Dorong Perkuat Ekosistem dan Komunikasi Publik
Kekurangan Tenaga Pengajar, Siswa Kelas 3 dan 6 SDN 2 Rancahan Belajar Satu Ruangan
Kapolres Hadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Tegaskan Komitmen Polisi Peduli Pendidikan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Tujuh Mata Lomba Ikut Memeriahkan HUT PGRI di Kecamatan Cipaku Ciamis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Bau Tak Sedap Dana BOS..! 13 SDN di Kecamatan Depok Berpotensi Bakal Berhadapan dengan Persoalan Hukum

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Daftar Sekolah SMA/ SMK Negeri Swasta di Kabupaten Kuningan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:02 WIB

SMA-SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Majalengka

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Madrasah Aliyah Negeri 2  Kota Cirebon Hari ini lagi diperiksa BPKP

Berita Terbaru