Kekurangan Tenaga Pengajar, Siswa Kelas 3 dan 6 SDN 2 Rancahan Belajar Satu Ruangan

Jumat, 23 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu – Patrolinews86.com
Akibat kekurangan tenaga guru/pendidik, Kamis, 22 Oktober 2026, kegiatan belajar di SD Negeri 2 Rancahan, Blok Kalo Gede, Desa Rancahan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat berlangsung dengan kondisi memprihatinkan.

 

Siswa kelas 3 dan kelas 6 harus berbagi satu ruangan untuk mengikuti pelajaran karena jumlah tenaga pengajar di sekolah tersebut belum mencukupi.
Di dalam ruang kelas, dua kelompok siswa dengan tingkat pendidikan berbeda harus mengikuti pembelajaran pada waktu yang sama. Guru pun dituntut mengatur penyampaian materi agar siswa kelas 3 dan kelas 6 tetap dapat mengikuti pelajaran sesuai kebutuhan masing-masing.

 

 

Kondisi tersebut bukan karena sekolah kekurangan ruang belajar. Ruangan yang tersedia dinilai masih mencukupi, tetapi terbatasnya jumlah guru membuat kegiatan belajar mengajar belum bisa dilaksanakan secara terpisah untuk seluruh kelas.

 

Efendi, guru kelas 5 SDN 2 Rancahan, menjelaskan bahwa keterbatasan tenaga pendidik menjadi persoalan yang harus dihadapi pihak sekolah dalam menjalankan kegiatan pembelajaran sehari-hari.
“Jumlah guru yang tersedia memang belum mencukupi. Karena itu, sekolah harus menyesuaikan kegiatan belajar agar anak-anak tetap bisa mendapatkan pelajaran,” kata Efendi.

 

Ia menuturkan, kebutuhan tenaga pengajar semakin terasa setelah sejumlah guru memasuki masa pensiun. Sementara itu, penambahan guru baru belum mampu memenuhi kebutuhan sekolah secara keseluruhan.
“Beberapa guru sudah memasuki masa pensiun, sedangkan tambahan tenaga pengajar masih terbatas. Akibatnya, kami harus mengatur pembelajaran dengan tenaga yang ada,” ujarnya.
Dampak keterbatasan tersebut dirasakan oleh siswa kelas 3 dan kelas 6 yang kini mengikuti pembelajaran di ruangan yang sama.

 

 

Perbedaan materi dan tingkat pemahaman membuat guru harus membagi waktu serta perhatian supaya kedua kelompok siswa tetap memperoleh pendampingan.
Iyus, guru kelas 6 yang juga mengajar siswa kelas 3 dalam ruangan tersebut, mengatakan bahwa penggabungan kelas dilakukan sebagai langkah agar kegiatan belajar tidak terhenti meskipun jumlah guru belum memadai.

 

“Untuk sementara, siswa kelas 3 dan kelas 6 belajar bersama karena tenaga pengajarnya terbatas. Kami tetap berusaha mengatur pembelajaran supaya masing-masing kelas bisa mengikuti materi yang diberikan,” tutur Iyus.

 

Bagi para guru, mengajar dua kelompok kelas secara bersamaan membutuhkan pengaturan waktu dan perhatian yang lebih cermat. Mereka harus memastikan materi untuk siswa kelas 3 tetap tersampaikan, sekaligus mendampingi siswa kelas 6 yang memiliki kebutuhan pembelajaran berbeda

Sementara itu, Kepala SDN 2 Rancahan belum berhasil dimintai keterangan mengenai langkah yang akan ditempuh untuk mengatasi persoalan tersebut. Saat hendak dikonfirmasi, kepala sekolah tidak berada di tempat. Jabatan kepala sekolah diketahui masih diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).

 

Para guru berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu dapat memperhatikan kebutuhan tenaga pengajar di SDN 2 Rancahan. Penambahan guru diharapkan memungkinkan setiap kelas belajar secara terpisah, sehingga proses pembelajaran lebih terarah dan pendampingan terhadap siswa dapat berjalan dengan optimal. (Agus Sulist/Red)

Berita Terkait

Tujuh Mata Lomba Ikut Memeriahkan HUT PGRI di Kecamatan Cipaku Ciamis
Bau Tak Sedap Dana BOS..! 13 SDN di Kecamatan Depok Berpotensi Bakal Berhadapan dengan Persoalan Hukum
Daftar Sekolah SMA/ SMK Negeri Swasta di Kabupaten Kuningan
SMA-SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Majalengka
Madrasah Aliyah Negeri 2  Kota Cirebon Hari ini lagi diperiksa BPKP
Buka Bimtek Penguatan Peran PPID Sekolah Se-Cadisdik Wilayah IV, Kadisdik Dorong Perkuat Ekosistem dan Komunikasi Publik
Kapolres Hadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Tegaskan Komitmen Polisi Peduli Pendidikan
Sambang Almamater, Danramil 03/Serengan Sosialisasi Rekrutmen TNI AD 2027 di SMA Kristen 1 Surakarta.

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Tujuh Mata Lomba Ikut Memeriahkan HUT PGRI di Kecamatan Cipaku Ciamis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Bau Tak Sedap Dana BOS..! 13 SDN di Kecamatan Depok Berpotensi Bakal Berhadapan dengan Persoalan Hukum

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Daftar Sekolah SMA/ SMK Negeri Swasta di Kabupaten Kuningan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:02 WIB

SMA-SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Majalengka

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Madrasah Aliyah Negeri 2  Kota Cirebon Hari ini lagi diperiksa BPKP

Berita Terbaru

HUKUM

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:45 WIB