Kuningan,Patrolinews86.com–
Pelaksanaan proyek revitalisasi di SD Negeri Kutaraja menuai sorotan lantaran dinilai tidak transparan dan tertutup dari akses informasi publik. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang bertanggung jawab atas pengawasan di lapangan dituding sulit ditemui, sehingga menghambat proses konfirmasi mengenai rincian penggunaan anggaran kegiatan yang mencapai Rp980 juta.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pihak panitia yang seharusnya bertanggungjawab sepenuhnya dan siap (standby) di lokasi proyek guna mengawal jalannya pembangunan, justru hampir tidak pernah terlihat. Kondisi ini menyulitkan sejumlah pihak, termasuk awak media, yang ingin melakukan klarifikasi terkait menu kegiatan dan realisasi serapan anggaran yang bersumber dari uang negara.

Hambatan komunikasi ini diperparah dengan kondisi Kepala Sekolah SDN Kutaraja yang dilaporkan sedang sakit. Menurut keterangan dari salah seorang pekerja proyek yang enggan disebutkan namanya, kepala sekolah sudah tidak masuk tugas selama lebih dari satu bulan.
“Kepala sekolah sedang sakit, sudah satu bulan lebih tidak masuk (sekolah),” ujar pekerja tersebut saat ditemui di lokasi proyek, Rabu (14/10).
Kendati kondisi kepala sekolah sedang berhalangan hadir, sangat disayangkan pihak panitia P2SP yang ditunjuk sebagai pelaksana teknis di lapangan juga ikut terkesan menghindar. Akibatnya, alokasi dana sebesar Rp980 juta yang saat ini tengah diserap belum dapat dipastikan peruntukannya untuk menu kegiatan apa saja.
Sesuai dengan prinsip keterbukaan informasi publik, setiap proyek yang menggunakan anggaran negara wajib memaparkan rincian kegiatan agar dapat diawasi bersama oleh masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, upaya untuk menemui dan mengonfirmasi pihak panitia P2SP maupun pihak sekolah terkait transparansi proyek tersebut masih terus diupayakan namun belum mendapatkan jawaban.
(Red)
























