Indramayu, Patrolinews86.com-
Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Indramayu ke-499, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAI PDK Indramayu menghadirkan agenda “Dharma Ayu Menggugat!” sebagai ruang advokasi, refleksi, dan diskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Indramayu.
Salah satu isu yang menjadi sorotan dalam rangkaian tersebut adalah akses jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, menyusul polemik keberlanjutan pembiayaan BPJS Kesehatan bagi ratusan ribu warga Indramayu.
Sebanyak 514.497 warga sebelumnya tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan yang iurannya ditanggung Pemerintah Kabupaten Indramayu. Persoalan kebutuhan anggaran UHC kemudian menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan akses jaminan kesehatan bagi masyarakat.
Isu tersebut menjadi salah satu perhatian DEMA IAI PDK Indramayu karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
Akmal Maulana, Ketua DEMA IAI PDK Indramayu, mengatakan bahwa persoalan kesehatan tidak boleh dilepaskan dari pembicaraan mengenai kesejahteraan masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat miskin seolah-olah dilarang sakit. Sakit bukan pilihan, dan masyarakat tetap membutuhkan kepastian bahwa ketika mereka sakit, mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Akmal.
Menurut Akmal, isu BPJS tersebut merupakan salah satu bagian dari berbagai persoalan publik yang perlu mendapatkan perhatian dalam momentum Hari Jadi Indramayu.
Hari Jadi Indramayu bukan hanya tentang perayaan. Ini juga momentum untuk melihat kembali persoalan yang dihadapi masyarakat dan apa yang harus kita perjuangkan bersama, terutama soal berbelitnya akses warga miskin yang menggunakan BPJS. “Kami sudah buat sebaran ‘Wong Dermayu Dilarang Klaran’ sebagai kritik keadaan dan suasana hati sosial saat ini terkait adanya penolakan dari rumah sakit terhadap warga miskin yang menggunakan BPJS,” kritik Akmal.
Agenda “Dharma Ayu Menggugat!” akan dilaksanakan pada 7 Oktober 2026, pukul 11.00 WIB sampai selesai di Kampus Putih Indramayu.
Rangkaian kegiatan meliputi orasi dan pidato, diskusi publik, manifesto politik, pagelaran musik, serta lapak baca. Kegiatan tersebut mengangkat tema:
“Menuju 5 Abad Dermayu: Gemah, Ripah Loh Digusuri”.
Dengan demikian, isu BPJS bukanlah satu-satunya agenda dalam kegiatan tersebut, melainkan salah satu isu advokasi yang dibawa mahasiswa untuk dibicarakan dalam momentum peringatan Hari Jadi Indramayu ke-499.
Melalui kegiatan tersebut, DEMA IAI PDK Indramayu berupaya menjadikan momentum hari jadi sebagai ruang refleksi sekaligus membuka percakapan publik mengenai berbagai persoalan daerah—termasuk kesehatan, kesejahteraan, pendidikan, ekonomi, dan persoalan masyarakat lainnya.
“Kami ingin Hari Jadi Indramayu menjadi momentum untuk tidak hanya merayakan, tetapi juga menggugat, bertanya, dan mengawal persoalan yang ada di Dermayu demi kemajuan Kota Mangga,” tutur Akmal. (Agus Sulist/Cho)
























