Kepsek  SMAN 1 Kertasari Bandung diduga sulit dihubungi akibat mendapatkan bantuan revitalisasi. Benarkah banyak masalah .?

Jumat, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung patrolinews86.com – Tumpang tindih anggaran antara dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan anggaran revitalisasi fisik sering kali menjadi celah yang mengaburkan transparansi keuangan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN). Ketika sekolah menerima proyek revitalisasi besar—baik dari APBN, APBD, maupun dana swakelola—pemisahan antara biaya pemeliharaan rutin (dari dana BOS) dan biaya konstruksi makro (dari dana revitalisasi) cenderung bias di lapangan.

 

Beberapa faktor utama mengapa transparansi dana BOS semakin sulit dipantau saat sekolah sedang menjalani program revitalisasi:

1. Modus “Double Funding” (Pendanaan Ganda)
Komponen perawatan sarana dan prasarana yang seharusnya dibiayai oleh dana BOS kerap dialihkan ke dalam paket anggaran revitalisasi. Kondisi ini rawan dimanfaatkan oknum untuk membuat pelaporan ganda, di mana suatu perbaikan fisik diklaim menggunakan dana BOS pada laporan ARKAS (Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah), padahal pengerjaan riilnya dibiayai oleh anggaran revitalisasi pemerintah.

2. Pengalihan Fokus Tim Manajemen BOS Sekolah
Saat proyek revitalisasi berjalan, perhatian Kepala Sekolah dan Bendahara BOS sering kali terpecah untuk mengurus administrasi, logistik, dan laporan proyek fisik yang bernilai besar. Akibatnya, kewajiban publikasi realisasi dana BOS berkala di papan pengumuman sekolah atau situs resmi menjadi terabaikan atau terlambat diperbarui.

 

3. Lemahnya Keterlibatan Komite Sekolah dan Orang Tua
Selama masa revitalisasi, komunikasi sekolah dengan komite atau wali murid biasanya hanya berfokus pada progres pembangunan fisik. Hak publik untuk mengakses dokumen Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) atas dana operasional non-fisik (seperti kegiatan belajar, ujian, atau ekstrakurikuler) menjadi tersisih dan sulit dikontrol langsung oleh masyarakat.

 

Melihat fenomena ini, Solusi Pengawasan yang Berlaku
Pemerintah sebenarnya telah memperketat tata kelola digital untuk mengunci transparansi ini, antara lain melalui: SIPLah (Sistem Informasi Pengadaan Sekolah): Semua transaksi belanja barang operasional dan perawatan sekolah wajib tercatat secara digital guna menghindari manipulasi nota manual.

Bahkan Audit Terpadu: Pengawasan berlapis dari Inspektorat Daerah, BPK, dan BPKP dilakukan secara spesifik untuk memisahkan rekening penyerapan operasional harian dengan dana konstruksi swakelola.

Namun jika Anda mengamati adanya indikasi ketidakwajaran anggaran di SMAN tertentu dan ada dugaan penyimpangan anggaran masyarakat bisa untuk  mengetahui prosedur resmi melaporkan dugaan pelanggaran tersebut ke Ombudsman/Dinas Pendidikan, atau ingin memeriksa cara validasi data penyaluran BOS melalui portal resmi? Itulah mungkin sedikit pemahaman  ketika  kepala sekolah sulit dihubungi  di sekolah apalagi ketika mereka mendapatkan bantuan swakelola melalui bantuan revitalisasi.

 

Screenshot 20260918 024232

 

Salah satu contoh terjadi di SMAN 1 kertasari kab.bandung disana kabarnya kepala sekolah yang bernama Wahidi Spd mendadak sulit dihubungi awak media setelah kini mendapatkan bantuan revitalisasi Rp.1.734 juta rupiah padahal sebelumnya mereka tidak seperti itu .” Ucap beberapa awak media yang memang mengaku udah kenal dekat dengan kepsek .

 

 

Sementara tersiar kabar dilapangan dalam pembangunan kabarnya banyak dugaan bahwa pengadaan perabot ( bahan bahan pembangunan) kabarnya banyak melibatkan titipan oknum dinas sehingga mungkin takut ketahuan akhirnya kepala sekolah sulit dihubungi awak media bahkan sekolah terkesan mengunci rapat  ( sulit masuk ) guna mengetahui sejauh mana asas terbuka dan transparansi dibangun disana terhadap publik.” Gumam sumber dilapangan.

 

Padahal Berdasarkan laman resmi sekolah, visi dan misi SMA Negeri 1 Kertasari (SMANSAKER), Kabupaten Bandung, Jawa Barat adalah :

 

Visi”Terwujudnya Peserta Didik Yang Religius, Mandiri, Berwawasan Lingkungan Dan Unggul Dalam Prestasi”

 

 

Misi : Dalam mewujudkan visinya, SMA Negeri 1 Kertasari menjabarkan misi yang berfokus pada peningkatan iman dan takwa, kemandirian serta keterampilan hidup peserta didik, kualitas pembelajaran abad 21, serta penciptaan lingkungan sekolah yang hijau, asri, dan kondusif.

 

Namun sayang terkadang Visi dan Misi yang bagus ini pun terkadang  harus terjegal dengan hal hal yang sepele yang pada akhirnya asas terbuka dan transparansi pun sebagai penyelenggara negara yang bersih dan berwibawa sulit diakses .

 

Besarnya anggaran pemeliharaan di tahun 2026 akhirnya menjadi sorotan apalgi melihat kepada tahun ke belakang ternyata anggaran di SMAN 1 Kertasari Kab.Bandung contoh di bawah di tahun 2024 dan 2025 aja mencapai Rp.1 miliar lebih tentu ini butuh keterbukaan dan transparansi dari pihak sekolah dan mampukan sekolah terbuka dalam hal ini.. ? Ucap sumber dilapangan.

 

Namun sayang berbagai masalah yang kini menjadi perbincangan dilapangan tidak bisa dikomunikasikan kebenarannya kepada pihak sekolah karena kepala sekolah sulit dihubungi bahkan ketika disambangi ke sekolahnya pun kata beberapa guru disana bahwa pak kepala sekolah selalu dikata sedang tidak ada di tempat.

 

 

Screenshot 20260918 014729

 

Rincian Anggaran Dana BOS SMAN 1 kertasari tahun 2024 tahap 1
2024
Tahun

Rp 688.000.000

Jumlah dana yang diterima sekolah

Sedang Disalurkan

Status


860

18 Januari 2024
penerimaan Peserta Didik baru

Rp 0
pengembangan perpustakaan

Rp 29.370.000
kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler

Rp 136.018.000
kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran

Rp 4.200.000
administrasi kegiatan sekolah

Rp 143.906.600
pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan

Rp 6.100.000
langganan daya dan jasa

Rp 0
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah

Rp 321.141.400
penyediaan alat multi media pembelajaran

Rp 0
penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama

Rp 0
penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB

Rp 0
pembayaran honor

Rp 0
Total Dana

Rp 640.736.000
Rincian Anggaran Dana BOS SMAN 1 kertasari tahun 2024 tahap 2
2024
Tahun

Rp 688.000.000

Jumlah dana yang diterima sekolah

Sedang Disalurkan

Status


860

09 Agustus 2024
penerimaan Peserta Didik baru

Rp 0
pengembangan perpustakaan

Rp 159.628.000
kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler

Rp 231.890.000
kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran

Rp 13.400.000
administrasi kegiatan sekolah

Rp 115.343.500
pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan

Rp 29.705.000
langganan daya dan jasa

Rp 0
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah

Rp 159.072.500
penyediaan alat multi media pembelajaran

Rp 26.225.000
penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama

Rp 0
penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB

Rp 0
pembayaran honor

Rp 0
Total Dana

Rp 735.264.000
Rincian anggaran Dana BOS sman 1 kertasari
2025
Tahap 1

Rp 749.600.000

Jumlah dana yang diterima sekolah

Sedang Disalurkan

Status


937

22 Januari 2025
penerimaan Peserta Didik baru

Rp 5.885.000
pengembangan perpustakaan

Rp 211.704.000
kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler

Rp 148.095.000
kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran

Rp 32.860.200
administrasi kegiatan sekolah

Rp 85.344.200
pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan

Rp 9.500.000
langganan daya dan jasa

Rp 0
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah

Rp 255.056.600
penyediaan alat multi media pembelajaran

Rp 0
penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama

Rp 0
penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB

Rp 0
pembayaran honor

Rp 0
Total Dana

Rp 748.445.000

Rincian anggaran Dana BOS SMAN 1 kertasari Tahun 2025 tahap 2

Rp 749.600.000

Jumlah dana yang diterima sekolah

Sedang Disalurkan

Status


937

08 Agustus 2025
penerimaan Peserta Didik baru

Rp 37.321.300
pengembangan perpustakaan

Rp 0
kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler

Rp 135.647.500
kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran

Rp 56.126.200
administrasi kegiatan sekolah

Rp 167.140.200
pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan

Rp 34.230.000
langganan daya dan jasa

Rp 3.500.000
pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah

Rp 292.129.800
penyediaan alat multi media pembelajaran

Rp 17.150.000
penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama

Rp 0
penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMK atau SMALB

Rp 0
pembayaran honor

Rp 0
Total Dana

Rp 743.245.000
Lip oni / Dhian ..Berita bersambung …..

Catatan Redaksi :

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: patrolinews86@gmail.com
Terima kasih.

Berita Terkait

Tujuh Mata Lomba Ikut Memeriahkan HUT PGRI di Kecamatan Cipaku Ciamis
Bau Tak Sedap Dana BOS..! 13 SDN di Kecamatan Depok Berpotensi Bakal Berhadapan dengan Persoalan Hukum
Daftar Sekolah SMA/ SMK Negeri Swasta di Kabupaten Kuningan
SMA-SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Majalengka
Madrasah Aliyah Negeri 2  Kota Cirebon Hari ini lagi diperiksa BPKP
Buka Bimtek Penguatan Peran PPID Sekolah Se-Cadisdik Wilayah IV, Kadisdik Dorong Perkuat Ekosistem dan Komunikasi Publik
Kekurangan Tenaga Pengajar, Siswa Kelas 3 dan 6 SDN 2 Rancahan Belajar Satu Ruangan
Kapolres Hadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Tegaskan Komitmen Polisi Peduli Pendidikan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Tujuh Mata Lomba Ikut Memeriahkan HUT PGRI di Kecamatan Cipaku Ciamis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Bau Tak Sedap Dana BOS..! 13 SDN di Kecamatan Depok Berpotensi Bakal Berhadapan dengan Persoalan Hukum

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Daftar Sekolah SMA/ SMK Negeri Swasta di Kabupaten Kuningan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:02 WIB

SMA-SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Majalengka

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Madrasah Aliyah Negeri 2  Kota Cirebon Hari ini lagi diperiksa BPKP

Berita Terbaru