Bandung patrolinews86.com — Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Purwanto mengatakan, nilai-nilai Pancawaluya memiliki keselarasan dengan keteladanan Nabi Muhammad SAW.
“Peringatan Maulid Nabi ini menjadi refleksi agar kita kembali mengingat keteladanan beliau. Nabi Muhammad adalah teladan bagi kita semua,” ujar Kadisdik pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1448 H/2026 M di Masjid Baitush Sholihin Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Senin (31/8/2026).
Menurut Kadisdik, keteladanan Rasulullah SAW tetap relevan hingga saat ini. Kehidupan Rasulullah menjadi contoh bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan.
Kadisdik menilai, nilai tersebut sejalan dengan semangat Pancawaluya. Pendidikan di Jawa Barat tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter peserta didik.
“Kalau ingin mempelajari Rasulullah, pelajarilah sejarah kehidupannya. Dari sana kita akan melihat bagaimana beliau menjadi panutan dan sosok yang patut kita teladani,” katanya.
Ia mengatakan, keteladanan Rasulullah terbentuk dari perjalanan hidup yang panjang. Rasulullah SAW telah menghadapi berbagai ujian sejak usia dini. “Beliau ditinggal oleh ayahnya sejak sebelum lahir. Kemudian, ketika berusia sekitar enam tahun, beliau juga ditinggal oleh ibunya, Siti Aminah,” ujarnya.
Kadisdik pun mengajak seluruh warga pendidikan menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum refleksi. Nilai-nilai kehidupan yang diajarkan Rasulullah perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Al Jabbar, sekaligus dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Tata Sukayat menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari kehidupan.
Ia menjelaskan, Rasulullah SAW mengajarkan umat untuk menjaga kesehatan. Salah satunya melalui aktivitas fisik seperti memanah, berkuda, dan berenang.
Menurutnya, kesehatan juga perlu dijaga melalui makanan dan minuman yang baik serta halal.
Dalam konteks pendidikan, Tata pun mendorong anak-anak mendapatkan pengalaman langsung dari lingkungan. Salah satunya, melalui kegiatan seperti berkebun dan belajar mencangkul.
Pengalaman tersebut diharapkan menumbuhkan kepedulian dan empati. Anak-anak dapat belajar merasakan kondisi dan kehidupan orang lain.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Disdik Jabar menjadi momentum untuk memperkuat nilai keteladanan dalam kehidupan warga pendidikan. Nilai tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik di Jawa Barat.*** Humas Disdik jabar
























