Cirebon, Patrolinews86.Com – Di tengah kehidupan yang semakin menonjolkan harta, jabatan, popularitas, dan pengakuan sosial, masyarakat diingatkan untuk tetap menjunjung tinggi sikap rendah hati serta menjauhi sifat sombong. Pesan tersebut tergambar dalam ilustrasi yang mengajak masyarakat merenungkan bahwa seluruh pencapaian dunia bersifat sementara.
Ilustrasi tersebut menampilkan perbandingan antara kehidupan yang dipenuhi kebanggaan atas kekayaan, jabatan, dan pujian dengan sosok yang memilih bersikap tawadhu (rendah hati), menghormati sesama, bersyukur, serta selalu mengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta.
Pesan utama dalam ilustrasi itu menegaskan bahwa manusia tidak membawa harta, jabatan, maupun popularitas ketika meninggal dunia. Yang akan menjadi bekal adalah amal kebaikan, akhlak mulia, dan manfaat yang telah diberikan kepada sesama.
Nilai tersebut juga sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Luqman ayat 18 yang melarang manusia bersikap angkuh dan membanggakan diri. Ayat tersebut mengingatkan agar setiap orang tidak memalingkan wajah dari sesama karena kesombongan dan tidak berjalan di muka bumi dengan penuh keangkuhan, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.
Ilustrasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah titipan. Kekayaan, jabatan, dan kedudukan dapat berubah sewaktu-waktu, sedangkan nama baik dan amal kebajikan akan terus dikenang.
Melalui pesan moral tersebut, masyarakat diharapkan dapat membangun karakter yang lebih rendah hati, menghargai orang lain tanpa memandang status sosial, serta menjadikan kesederhanaan, rasa syukur, dan kepedulian sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
**”Kesombongan tidak memiliki arti di hadapan kematian. Sebaliknya, kerendahan hati dan amal kebaikan adalah warisan terbaik yang akan dikenang oleh manusia dan bernilai di hadapan Allah SWT.”**
( Harun shu tejo )
























