Kuningan patrolinews86.com – Belakangan ini masyarakat di Kecamatan Lebakwangi di bikin resah dengan adanya pabrik/gudang air mineral aqua dan gudang makanan ringan yang ada di desa langseb kecamatan lebakwangi kabupaten Kuningan Jawabarat .
Hasil penelusuran sepanjang jalan yang di lalui armada besar yang lalu lalang mengangkut air mineral aqua dan gudang makanan kering di desa langseb kecamatan lebakwangi ternyata memakai jalur jalan desa dan kabupaten yang memang keberadaan jalannya sudah rusak dan bisa mengakibatkan sepanjang jalan rusak berat dan juga sekarang bergelombang dan berlubang bahkan sering terjadi kecelakaan kalau terus dibiarkan mobil tonase muatan berat melewati jalan tersebut tanpa teguran yang jelas.
Menurut narasumber dilapangan daerah seputar Lebakwangi yang dikata Andy Kosim salah satu aktivis di wilayah kecamatan lebakwangi yang peduli akan lingkungannya dirinya juga mengaku telah datangi kantor kedua perusahaan tersebut namun hanya ketemu kepala operasional gudang Aqua bernama apid,setelah di konfirmasi hanya akan menyampaikan ke pimpinannya,lain dengan PT Panjunan (gudang makanan kering) andy kosim ketemu dengan managernya inisial T,setelah di konfirmasi terkait sejauh mana ijin yang di tempuh (lalin) terkait armada besar pengangkut barang tersebut tidak bisa menunjukan ijin lalin nya ,malah minta secara tertulis apa yang akan disampaikannya lalu akan di ajukan ke pimpinannya menurutnya.

Persoalan jalan yang rusak tersebut bukan hanya kali ini saja tapi sudah berulang kali, untuk itu supaya pihak yang berkompeten turun ke lapangan dan memberikan tindakan tegas kepada para pengusaha yang tidak menempuh aturan yang sampai saat ini terkesan lambat penanganannya, apa lagi jelas jelas dua perusahaan tersebut diduga belum kantongi ijin lalin nya tetapi kenapa di biarkan? Apakah aturan bisa segampang itu di patahkan dengan kebijakan ? Menurut andy kosim tuturnya seharusnya di larang beroperasi dulu untuk armada besarnya sebelum menempuh ijin lalin nya .
Belum lama ini Gubernur Jawabarat Dedi Mulyadi memberikan himbauan untuk batas kapasitas tonase untuk jalan kelas 3 karena tidak sesuai dengan kekuatan kontruksi yang ada
Masih dengan andy kosim menurutnya teamnya yang terbentuk aliansi peduli lingkungan dalam waktu dekat akan ambil sikap untuk audensi dengan instansi terkait guna memberhentikan armada besar tersebut sebelum ijinnya di tempuh
Dan berharap kepada pemerintah daerah setempat bisa ambil sikap dalam masalah ini karena kalau dibiarkan jalan akan semakin rusak dan keselamatan pengguna jalan terganggu..
Lip ks
Views: 127