Bengkulu –patrolinews86.com- Wakapolda Bengkulu Brigjen Pol. Dicky Sondani, S.I.K., M.H. mengikuti Analisa dan Evaluasi (Anev) Mingguan Program Quick Wins Presisi dan Polri untuk Masyarakat yang dipimpin langsung oleh Bapak Wakapolri secara daring, bertempat di Ruang Rapat Kapolda Bengkulu.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plt Irwasda, Karo Ops, Kabid Propam, Kabid Humas, perwakilan Karo Rena, serta para operator Quick Wins Polda Bengkulu.
Dalam arahannya, Wakapolri menyampaikan keyakinannya bahwa seluruh jajaran telah bekerja secara optimal. Progres capaian yang terlihat saat ini menjadi bukti bahwa Polri terus menjaga komitmen dan konsistensi dalam melaksanakan program-program unggulan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Wakapolri juga menegaskan agar seluruh Polsek di setiap wilayah dilakukan pengecekan secara menyeluruh. Bila ditemukan kebutuhan pembangunan atau perbaikan fasilitas, agar segera diajukan sesuai prosedur.
Kaposko Presisi dalam laporannya mengungkapkan bahwa persepsi masyarakat terhadap gaya hidup hedon oknum PNPP Polri beserta keluarganya mengalami penurunan signifikan berdasarkan survei terbaru. Untuk mempertahankan momentum tersebut, Kaposko meminta setiap jajaran mengamplifikasi kegiatan positif Polri melalui berbagai platform agar citra Polri semakin kuat di mata masyarakat.
Lebih lanjut, Kaposko menekankan pentingnya transparansi dalam pelayanan. Setiap satuan kewilayahan diminta menampilkan standar pelayanan secara jelas dan mudah diakses, seperti kelengkapan syarat pembuatan SKCK serta penunjuk arah menuju ruang pelayanan agar masyarakat tidak kebingungan.
Dalam evaluasi tersebut, Kaposko menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan Polisi 110. Seluruh panggilan harus diproses dan di-input dengan baik, sementara operator 110 diwajibkan fokus dan tidak menyambi pekerjaan lain.
Anev juga mencatat beberapa temuan lapangan:
• Kompetensi petugas 110 belum merata dan ruang operasionalnya belum berfungsi optimal.
• Sebagian personel masih perlu meningkatkan integritas dan standar pelayanan publik.
“Reformasi Polri tidak hanya berjalan di dunia nyata, tetapi juga di ruang maya,” tegas Kaposko. Opini publik kini dibentuk oleh kinerja lapangan sekaligus jejak digital.
Wakapolri memerintahkan seluruh Wakapolres untuk melakukan pengecekan langsung terhadap pelayanan SPKT, 110, dan Pamapta, terutama terkait kedisiplinan personel serta standar pelaksanaan tugas.
Wakapolri juga menekankan pentingnya menyiapkan generasi pengajar yang berkualitas bagi siswa calon anggota Polri. Lembaga Pendidikan Polri harus menjadi pilar pembentukan karakter dan mindset yang kuat.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Bengkulu Brigjen Pol. Dicky Sondani menegaskan bahwa di mana polisi hadir sebagai pelayan masyarakat.
Beliau menyampaikan beberapa poin penting:
• Perlu ada tambahan pelajaran khusus tentang pelayanan masyarakat sejak di SPN.
• Polri melakukan transformasi teknologi, termasuk merekrut hacker sebagai Cyber Troops untuk memperkuat pertahanan digital dan meningkatkan citra Polri.
Kepada para Kapolres, Wakapolda memberikan arahan khusus:
• Tingkatkan kualitas pelayanan SPKT dengan sikap senyum, ramah, dan humanis.
• Libatkan para influencer untuk menyebarkan konten positif tentang kegiatan Polri.
• Maksimalkan kehadiran polisi di tengah masyarakat.
• Jalin kerja sama dengan perguruan tinggi untuk mendukung Harkamtibmas.
• Jaga citra daerah dengan mencegah munculnya pemberitaan negatif mengenai Bengkulu.
Anev mingguan ini menegaskan komitmen Polri dalam meningkatkan pelayanan publik, memperkuat integritas, serta melakukan transformasi di dunia nyata maupun digital. Polda Bengkulu berkomitmen untuk terus mendukung agenda reformasi dan memastikan setiap program bermanfaat langsung bagi masyarakat. (JK)
Fi.
























