CIREBON , PATROLINEWS86. COM
– Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan dan Demokrasi (FORMASI) Cirebon mendesak Bupati Cirebon agar segera mengambil langkah cepat, tegas, dan terukur guna menyelamatkan dunia pendidikan di Kabupaten Cirebon yang saat ini dinilai tengah menghadapi krisis kepercayaan publik akibat berbagai persoalan yang mencuat di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon.
Ketua Umum FORMASI Cirebon, Adv. Qorib, S.H., M.H., menegaskan bahwa kondisi yang terjadi saat ini tidak dapat dipandang sebagai persoalan biasa. Berbagai temuan, laporan masyarakat, hasil pemeriksaan lembaga pengawas, hingga dugaan kebocoran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang menjadi perhatian publik dinilai telah menciptakan situasi yang tidak kondusif bagi penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Cirebon.
“Sudah saatnya Bupati Cirebon mengambil langkah konkret dan berani untuk menyelamatkan dunia pendidikan. Jangan sampai persoalan yang terus berlarut-larut justru mengorbankan kepentingan peserta didik, tenaga pendidik, serta masa depan pendidikan Kabupaten Cirebon,” tegas Qorib, Selasa.
FORMASI menilai bahwa evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon merupakan langkah yang sangat mendesak untuk dilakukan. Evaluasi tersebut harus dilaksanakan secara objektif, profesional, transparan, serta berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurut FORMASI, banyaknya persoalan yang muncul dalam beberapa waktu terakhir mengindikasikan lemahnya tata kelola, pengawasan internal, serta pengendalian terhadap berbagai program dan kegiatan yang bersumber dari anggaran pendidikan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan pendidikan di Kabupaten Cirebon, FORMASI secara resmi mendesak Bupati Cirebon untuk:
1. Melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan Dana BOS dan BOSP di Kabupaten Cirebon.
2. Melakukan evaluasi total terhadap kinerja Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon.
3. Memerintahkan pemeriksaan terhadap seluruh program dan kegiatan yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) maupun Inspektorat.
4. Mengusut dugaan kebocoran dan penyalahgunaan anggaran pendidikan secara transparan dan akuntabel.
5. Menyampaikan hasil pemeriksaan kepada masyarakat sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.
6. Segera mencopot Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon apabila terbukti tidak mampu menjaga tata kelola pemerintahan yang baik serta tidak mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan.
FORMASI menegaskan bahwa penyelamatan dunia pendidikan harus menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Cirebon. Pendidikan merupakan sektor strategis yang menyangkut masa depan generasi bangsa dan tidak boleh dikorbankan oleh dugaan praktik penyimpangan anggaran maupun buruknya tata kelola birokrasi.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan masyarakat sipil, FORMASI juga berencana menyampaikan laporan dan permohonan evaluasi kepada sejumlah instansi terkait, antara lain Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Inspektorat Provinsi Jawa Barat, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat, Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta Kementerian Pendidikan.
“Bupati Cirebon harus menunjukkan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat dan dunia pendidikan. Jangan menunggu persoalan semakin besar. Kami meminta langkah cepat dan tegas, termasuk pencopotan Kepala Dinas Pendidikan apabila memang diperlukan demi menyelamatkan pendidikan Kabupaten Cirebon,” tambah Qorib.
FORMASI menegaskan akan terus mengawal seluruh proses pengawasan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh lembaga berwenang guna memastikan tata kelola pendidikan di Kabupaten Cirebon berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, serta bebas dari praktik korupsi.
Dengan semangat pengawasan publik dan penyelamatan dunia pendidikan, FORMASI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal penggunaan anggaran pendidikan agar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik.
“Selamatkan Dana BOS, Selamatkan Masa Depan Pendidikan Kabupaten Cirebon.”
Ketua Umum FORMASI Cirebon
Adv. Qorib, S.H., M.H.
( Harun)
























