Seribu Pelita Menyala di Cigugur, Menandai Dimulainya Seren Taun 2026

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen yang selalu dinantikan masyarakat adat ini bukan sekadar seremoni tahunan. Nyala seribu pelita seolah menjadi penanda bahwa tradisi, nilai-nilai luhur, dan warisan budaya leluhur masih hidup dan terus dijaga di tengah perubahan zaman.

Pembukaan Damar Sewu dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., disaksikan masyarakat adat, tokoh budaya, tokoh agama, unsur Forkopimda, hingga tamu undangan dari berbagai daerah.

Hadir juga Anggota DPD RI Arya Wedakarna, Ketua Yayasan Tri Panca Tunggal Dewi Kanti Setianingsih, Pangeran Gumirat Barna Alam, Allya Djatikusuma, para budayawan, seniman, serta masyarakat yang di kawasan Paseban.

Bupati Dian mengatakan, cahaya seribu pelita memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar penerangan. “Melalui ritual Damar Sewu, kita tidak hanya menerangi kegelapan malam. Lebih dari itu, kita sedang menegaskan pesan simbolik yang sangat kuat bahwa cahaya kearifan lokal harus tetap menyala,” ujarnya.

Mengusung tema “Merawat Prasasti Peradaban Budaya untuk Masa Depan Bangsa”, Seren Taun tahun ini menjadi ajakan bersama untuk menjaga identitas budaya sebagai benteng peradaban di tengah derasnya arus globalisasi.

“Martabat suatu bangsa diukur dari sejauh mana mereka menghargai budayanya sendiri. Kehilangan budaya berarti kehilangan identitas, dan kehilangan identitas berarti runtuhnya sebuah peradaban,” tegas Bupati Dian.

Di bawah langit malam Cigugur yang dihiasi cahaya pelita, mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat persaudaraan, toleransi, gotong royong, dan harmoni sosial yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Kuningan.

Sementara itu, Anggota DPD RI Arya Wedakarna mengaku terkesan dengan konsistensi masyarakat adat Cigugur dalam merawat tradisi yang telah diwariskan lintas generasi.

Sebagai sosok yang dekat dengan kehidupan budaya di Bali, Arya menilai Seren Taun memiliki nilai dan daya tarik yang tidak kalah dengan berbagai festival budaya besar di Indonesia.

“Saya sering menghadiri kegiatan budaya di berbagai daerah, namun ketika datang ke Cigugur saya melihat sebuah festival budaya yang luar biasa. Seren Taun adalah kekayaan budaya Nusantara yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan terhadap pelestarian budaya lokal, termasuk perhatian terhadap situs budaya, artefak, pusaka, dan berbagai peninggalan sejarah yang berada di lingkungan Paseban Tri Panca Tunggal.

Seren Taun 2026 sendiri akan berlangsung selama enam hari, mulai 3 hingga 8 Juni 2026. Camat Cigugur Yono Rohmansyah menjelaskan berbagai agenda budaya, sosial, edukasi, hingga spiritual telah disiapkan untuk menyambut masyarakat dan wisatawan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Nyandak Pare ti Leuit, Mesek Pare, Siraman Baleg Kembang, dan Damar Sewu. Selanjutnya akan digelar Pesta Dadung, Seribu Kentongan, pameran artefak budaya, seminar kebangsaan, pengobatan gratis, helaran budaya, harmoni lintas agama, hingga puncak Seren Taun pada 8 Juni mendatang.

Lebih dari sekadar perayaan adat, Seren Taun telah menjadi ruang perjumpaan yang menyatukan budaya, spiritualitas, kebersamaan, dan semangat menjaga warisan leluhur. Malam itu, ketika seribu pelita menyala di Cigugur, masyarakat tidak hanya menyaksikan sebuah ritual budaya. Mereka sedang merawat cahaya peradaban agar tetap hidup dan menerangi perjalanan generasi yang akan datang. (IKP/DISK

 

Screenshot 20260604 081948

Berita Terkait

Satlantas Polres Brebes Gencarkan Edukasi Tertib Berlalu Lintas, Sasar Santri dan Masyarakat dalam Ops Patuh Candi 2026
Perkuat Kedekatan dengan Ulama dan Masyarakat, Kapolresta Cirebon Gelar Sholat Jumat Keliling di Astanajapura
Kapolresta Cirebon Pimpin Aksi Green Policing, Tanam 30 Pohon Mangga dan Ajak Personel Peduli Lingkungan
Polres Pekalongan Gerebek Tiga Lokasi, 174 Kemasan Arak Bali dan Ciu Disita!
Dewan Pimpinan Cabang  PROGRIB Kabupaten Subang Rancang Program Kerja.
Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.
Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas
Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Satlantas Polres Brebes Gencarkan Edukasi Tertib Berlalu Lintas, Sasar Santri dan Masyarakat dalam Ops Patuh Candi 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Perkuat Kedekatan dengan Ulama dan Masyarakat, Kapolresta Cirebon Gelar Sholat Jumat Keliling di Astanajapura

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Kapolresta Cirebon Pimpin Aksi Green Policing, Tanam 30 Pohon Mangga dan Ajak Personel Peduli Lingkungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Polres Pekalongan Gerebek Tiga Lokasi, 174 Kemasan Arak Bali dan Ciu Disita!

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Dewan Pimpinan Cabang  PROGRIB Kabupaten Subang Rancang Program Kerja.

Berita Terbaru

Uncategorized

1Win Giriş Türkiye’de Online Casino

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:50 WIB

Uncategorized

Olymp Casino Bangladesh

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:50 WIB

Uncategorized

Mystake 3 Casino en Ligne France

Sabtu, 31 Okt 2026 - 17:50 WIB