Cirebon, 8 Desember 2025 —
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Kabar duka menyelimuti keluarga besar Kesultanan Cirebon dan seluruh masyarakat adat Nusantara. Telah berpulang ke rahmatullah Raden/Elang Haditio Kaprabon (Sultan Kaprabonan P. Handi ’79, Raja Kaprabon) pada Senin pagi, 8 Desember 2025, di Jakarta.
Atas wafatnya almarhum, Sultan Sepuh Jaenudin II Arianatareja KGSS. Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H., selaku Sultan Sepuh Pangeran Kuda Putih Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon sekaligus Ketua Umum Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DANRI), menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Beliau mengungkapkan bahwa kepergian almarhum bukan hanya kehilangan bagi keluarga Kaprabonan, tetapi juga kehilangan bagi keluarga besar Kesultanan Cirebon dan masyarakat adat yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, persaudaraan, dan keluhuran budi.
> “Kami segenap keluarga besar Keraton Kasepuhan dan Dewan Adat Nasional Republik Indonesia turut berduka cita sedalam-dalamnya. Almarhum Raden/Elang Haditio Kaprabon adalah sosok yang memiliki dedikasi terhadap adat, tradisi, dan pemeliharaan marwah Kesultanan Cirebon. Semoga almarhum diterima segala amal ibadahnya, diampuni segala khilafnya, dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kami mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” ungkap Sultan Sepuh.
Menurut informasi resmi, jenazah almarhum diberangkatkan dari Jakarta menuju Cirebon pada pukul 11.30 WIB menggunakan ambulans dan diperkirakan tiba di Kraton Kaprabonan pada pukul 13.30 WIB. Setibanya di Cirebon, almarhum akan disholatkan di Langgar/Tajug Kraton Kaprabonan. Setelah itu, prosesi pemakaman akan dilanjutkan menuju Gunungsembung – Gunungjati, Cirebon, yang merupakan tempat peristirahatan terakhir.
Sultan Sepuh dan keluarga besar Keraton Kasepuhan menyampaikan bahwa hubungan antar-keraton dalam lingkungan Kesultanan Cirebon adalah hubungan persaudaraan yang tidak terputus oleh ruang dan waktu. Karena itu, duka yang menimpa Kaprabonan juga menjadi duka bagi seluruh unsur adat Cirebon.
> “Kami merasa kehilangan seperti kehilangan keluarga sendiri. Semoga almarhum husnul khatimah, dan Allah SWT melapangkan jalannya kembali kepada-Nya,” tutur Sultan Sepuh.
ini diharapkan menjadi ungkapan empati, penghormatan, dan doa bersama bagi almarhum Raden/Elang Haditio Kaprabon serta keluarga besar Kaprabonan.

Al. Fatihah
























