Delapan Bulan Warga Lereng Gunung Lewotobi Hirup Belerang, Kesehatan Terancam.

Minggu, 11 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Delapan Bulan Warga Lereng Gunung Lewotobi Hirup Belerang, Kesehatan Terancam.

PATROLINEWS86.COM – FLORES TIMUR, NTT – Kondisi kesehatan masyarakat di sejumlah desa di kaki Gunung Lewotobi Laki-laki dalam ancaman akibat hidup dalam kepungan abu vulkanik.
Warga saban harinya menghirup aroma belerang yang tak sehat itu.

Erupsi pertama tercatat 23/12/2023 dan masih berlanjut sampai saat ini, pada hari Sabtu, 10/08/2024.
Selama hampir depalan bulan terakhir ini ribuan nyawa menghadapi bencana.

Letusan gunung berstatus Level III (Siaga) di antara Kecamatan Ile Bura dan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, Provinsi NTT ini entah sampai kapan akan berakhir.

Suasana kampung dipenuhi abu vulkanik tebal akibat erupsi berkepanjangan.
Pemukiman di Lereng Gunung Lewotobi layaknya ibarat “Kampung Belerang”.

Lebih parah di Desa Dulipali, Desa Klatanlo, Desa Hokeng Jaya, Desa Pululera, Desa Boru, dan Desa Nawokote. Warga desa beraktivitas di tengah lingkungan yang sudah tidak sehat tentunya.

Seorang warga, Maria Peni Puhun (30), mengatakan warga khususnya anak dan balita pernah terserang diare.
Kemungkinan akibat air bersih dan makanan yang sudah terkontaminasi.

Tempat penampung air kami sudah tutup rapat tapi abu mungkin masuk di celah kecil.
Soalnya setiap hari gunung erupsi, abu bahkan pasir landa kami punya desa ini, ucapnya.

Warga lainnya, Marden Namang, mengaku resah suatu waktu timbul penyakit yang lebih parah akibat erupsi berkepanjangan.

Setiap hari hirup abu, biar pakai masker, tapi kita tidak tahu dampak nantinya seperti apa.. Apa lagi ada yang malas pakai masker, ucapnya.

Tidak hanya resiko kesehatan, Marden Namang menyebut atap rumah warga sudah rusak dan karat.
Hujan abu dan pasir melanda desa delapan bulan ini akan menimbukan kerusakan materil.

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, selama 12 jam terakhir mencatat tiga kali erupsi dengan tinggi kolom abu 400-800 meter di atas puncak kawah.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut, ungkapnya dalam laporan tertulis.

GELSON – PATROLINEWS86.COM

Berita Terkait

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.
Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas
Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih
PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 
Polres Indramayu Buka Pelatihan Vokasi Bagi Warga PHK dan Peduli Pengangguran
Jalan Agus Salim Diaspal Ulang, Polres Pekalongan Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
PULUHAN ORMAS PEMUDA PANCASILA BERKUMPUL DI GOR TRISANJA MENGGRUDUG KANTOR PIMPINAN CABANG GERAKAN ANSHOR TEGAL. 

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:00 WIB

PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 

Berita Terbaru