LSM dan Ormas Berunjuk rasa ke Kantor Kejaksaan Negeri dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor

Kamis, 18 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LSM dan Ormas Berunjuk rasa ke Kantor Kejaksaan Negeri dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor

Bogor patrolinews86.com – Sekelompok orang gabungan dari berbagai elemen atau lintas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun organisasi massa (Ormas) melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Kejaksaan Negeri dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Mereka meminta Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Irwanuddin Tadjudin agar bisa segera menindaklanjuti hasil temuan atau catanan BPK-RI Perwakilan Jawa Barat yang tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun Anggaran 2023.

Kami meminta atau menuntut Irwanuddin Tadjudin agar cepat menindaklanjuti hasil temuan BPK-RI Perwakilan Jawa Barat, bahwa kaki.menemukan adanya dugaan kerugian negara sebesar Rp 504 miliar yang diduga karena penyelewengan di anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah atau diduga terjadi pungutan liar di 129 sekolah,” kata Kordinator Aksi Rizwan Riswanto kepada wartawan, Rabu, 17 Juli 2024.

Ia dan rekan-rekan LSM maupun Ormas lainnya juga kecewa terhadap Inspektorat Kabupaten Bogor, yang hingga kini tidak jua membalas surat untuk menerangkan ada tindakan berupa sanksi kode etik atau apakah dugaan kerugian negara ini dilaporkan ke aparat penegak hukum. Akhirnya hari ini kami melakukan aksi turun ke jalan, orasi keadikan  untuk menyampaikan aspirasi  di lingkup pendidikan Kabupaten Bogor yang diduga banyaknmasalah terlebih  karena tidak ada jawaban atas surat yang sudah kami layangkan sebelumnya,” sambung Rizwan.

Ketua LSM Jaringan Pendamping Kerja Pembangunan (JPKP) Kabupaten Bogor ini menjelaskan pula bahwa sebagai masyarakat Bumi Tegar Beriman, tentunya sangat kecewa. Apalagi, kalau dari segi total kerugian negara, maka dana ini bisa untuk membangun banyak sekolah baru.

“Kalau dugaan penyelewengan dana BOS ini benar-benar terjadi maka tentunya sebagai masyarakat kita kecewa, apalagi Kepala Sekolah (Kepsek) maupun guru itu kan sudah digaji dan diberikan tunjangan oleh negara. Rp 504 miliar ini kan bisa membangun banyak sekolah dan sebagai pendidik harusnya mereka punya integritas,” jelasnya.”

Lip tim bogor

Berita Terkait

Tujuh Mata Lomba Ikut Memeriahkan HUT PGRI di Kecamatan Cipaku Ciamis
Bau Tak Sedap Dana BOS..! 13 SDN di Kecamatan Depok Berpotensi Bakal Berhadapan dengan Persoalan Hukum
Daftar Sekolah SMA/ SMK Negeri Swasta di Kabupaten Kuningan
SMA-SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Majalengka
Madrasah Aliyah Negeri 2  Kota Cirebon Hari ini lagi diperiksa BPKP
Buka Bimtek Penguatan Peran PPID Sekolah Se-Cadisdik Wilayah IV, Kadisdik Dorong Perkuat Ekosistem dan Komunikasi Publik
Kekurangan Tenaga Pengajar, Siswa Kelas 3 dan 6 SDN 2 Rancahan Belajar Satu Ruangan
Kapolres Hadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Tegaskan Komitmen Polisi Peduli Pendidikan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Tujuh Mata Lomba Ikut Memeriahkan HUT PGRI di Kecamatan Cipaku Ciamis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Bau Tak Sedap Dana BOS..! 13 SDN di Kecamatan Depok Berpotensi Bakal Berhadapan dengan Persoalan Hukum

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Daftar Sekolah SMA/ SMK Negeri Swasta di Kabupaten Kuningan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:02 WIB

SMA-SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Majalengka

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Madrasah Aliyah Negeri 2  Kota Cirebon Hari ini lagi diperiksa BPKP

Berita Terbaru