Baleendah Bandung, Patrolinews86.com-
Pimpinan Padepokan Lodaya Sancang, Abah Dedi Efendi, yang lebih akrab dipanggil Bah Dedi, merupakan tokoh masyarakat Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan, serta kebersihan bantaran Sungai Citarum.
Saat ditemui di Padepokan nya, di wilayah RW 23 Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, pada Selasa (13/10/2026), Bah Dedi berbincang santai mengenai peran aktif Padepokan dalam mendukung program Citarum Harum. Padepokan Lodaya Sancang telah berdiri dan berpusat di kawasan bantaran citarum selama kurang lebih 25 tahun, ia berkomitmen untuk terus terlibat dalam kegiatan penghijauan, kebersihan, serta pengawasan lingkungan sekitar.
Sebagai bagian dari warga lokal, Padepokan ini senantiasa bersinergi dengan berbagai pihak seperti satgas, unsur kewilayahan, serta instansi terkait untuk menjaga keasrian lingkungan dan memantau kondisi bantaran sungai, salah satunya dengan Perkumpulan Prajurit Delapan Tiga (Pradega), melalui Ketuanya H. Iriando Sianipar. “Kami dari Padepokan Lodaya Sancang sudah lama berada dan beraktivitas di sini, untuk ikut menjaga lingkungan serta bantaran sungai citarum. Harapan kami ke depan, mulai dari hulu hingga hilir, masyarakat dapat memiliki kesadaran tinggi untuk tidak membuang sampah sembarangan ke Sungai Citarum,” ungkap Bah Dedi.
Ia juga menambahkan, bahwa persoalan banjir merupakan siklus alam yang telah diwariskan oleh leluhur, sehingga masyarakat diminta untuk tidak menghalangi atau salah menyikapi bencana banjir yang datang secara berkala. Yang terpenting, lanjutnya, adalah kedisiplinan bersama dalam merawat kebersihan lingkungan agar kelestarian alam warisan leluhur tetap terjaga dengan baik.
Melalui imbauan ini, Bah Dedi bersama Ketua Perkumpulan Pradega H. Iriando berharap, pesan mereka dapat didengar dan diperhatikan oleh jajaran pemerintah daerah, mulai dari tingkat camat, bupati, hingga gubernur, guna mewujudkan lingkungan Citarum yang bersih dan harmonis.
(I.H. Sianipar)
























