Yayasan Walyatalathof Al Kahfi Khoir Gelar Santunan Anak Yatim – Piatu Dalam Rangka Milad Ke – 6

Senin, 12 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIREBON, Patrolinews86.com – Dalam milad ke 6, Yayasan Walyatalathof Al Kahfi Khoir di Desa Grogol, Kecamatan Gunung jati, Kabupaten Cirebon, Menggelar Kepedulian terhadap anak yatim dan piatu kembali dapat diwujudkan melalui kegiatan santunan, Minggu (11/10/2026).

 

Supriyadi sebagai ketua Yayasan tersebut mengatakan ” Kegiatan sosial tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat kemanusiaan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab bersama terhadap masa depan generasi penerus bangsa” ujarnya.

 

Disaat yang sama Maman, selaku perwakilan dari anak yatim juga mengungkapkan ” Santunan anak yatim ini merupakan salah satu kegiatan rutin disetiap Milad Mubarok Yayasan ini, acara berjalan lancar dan sukses berkat adanya kepedulian Masyarakat khususnya Warga Desa Grogol Kecamatan Gunung jati Kabupaten Cirebon”.

 

Acara ini dihadiri Asih Mintarsih yang Akrab dipanggil Bunda Firda Asih selaku Direktur Utama Media Koran Cirebon Online dan Cetak, Dedi Kabiro Media Patroli86, rekan media lain, Bobi Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cakrabuana Indonesia Bersatu (CIB), jajaran Divisi Humas CIB, Wakil Panglima Gandasari DPP, Ketua RT setempat, serta masyarakat yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. ungkapnya.

 

Bahkan Asih Mintarsih menambahkan “Suasana kebersamaan dan kekeluargaan mewarnai kegiatan santunan anak yatim yang di gelar Oleh Yayasan Walyathalahthof Al Kjahfi Khoif, kehadiran berbagai unsur organisasi kemasyarakatan dan masyarakat setempat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dirawat secara berkelanjutan. Ujarnya.

 

Bobi wakil ketua Umum DPP CIB menegaskan, Kepemimpinan Sejati Diukur dari Manfaat bagi Rakyat, dalam kesempatan tersebut, dalam sambutannya Ketua Yayasan juga menyampaikan pesan moral kepada para pemimpin pemerintahan atau umaroh, wakil rakyat, serta seluruh elemen masyarakat agar senantiasa mengedepankan amanah, keadilan, dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

 

Menurutnya, jabatan bukan hanya sekadar kedudukan, kehormatan, ataupun kewenangan, melainkan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun kepada Allah SWT.

 

Ia mengajak para pemimpin di Kabupaten Cirebon untuk menjadikan kepentingan masyarakat sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas, terutama dalam memperhatikan anak yatim, kaum dhuafa, masyarakat miskin, dan kelompok yang selama ini membutuhkan perhatian lebih.

 

“Saudara-saudaraku para pemimpin dan umaroh, sesungguhnya jabatan adalah amanah, bukan kesempatan untuk meninggikan diri. Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk melindungi, melayani, dan memperjuangkan kepentingan rakyat,” ungkapnya.

 

“Jangan sampai kita sibuk membangun kemegahan, tetapi melupakan mereka yang hidup dalam kesulitan. Jangan sampai suara rakyat hanya didengar ketika dibutuhkan, tetapi dilupakan ketika mereka memerlukan pertolongan. Sebab, kehormatan seorang pemimpin tidak hanya terletak pada tingginya jabatan, tetapi juga pada ketulusan pengabdiannya kepada masyarakat,” tegasnya.

 

Wakil Rakyat Diajak Meneladani Nilai-Nilai Perjuangan Wali Songo.

 

Secara khusus, Wakil Ketua Umum CIB juga mengajak para wakil rakyat untuk menjadikan nilai-nilai luhur perjuangan Wali Songo sebagai inspirasi dalam menjalankan amanah.

 

Menurutnya, keteladanan para wali mengajarkan pentingnya membangun kehidupan masyarakat melalui dakwah yang bijaksana, akhlak yang luhur, kepedulian terhadap kaum lemah, serta perjuangan yang mengutamakan kemaslahatan bersama.

 

Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, perlu diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat, pelayanan publik yang adil, serta perhatian nyata terhadap persoalan pendidikan, kemiskinan, dan kesejahteraan sosial.

 

“Para wakil rakyat yang kami hormati, amanah rakyat bukan sekadar mandat untuk duduk di kursi kehormatan. Di balik amanah itu ada harapan keluarga miskin, ada masa depan anak-anak yang membutuhkan pendidikan, dan ada masyarakat kecil yang mendambakan keadilan.”

 

“Marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Jangan hanya bertanya apa yang telah rakyat berikan kepada kita, tetapi tanyakan pula apa yang telah kita perjuangkan untuk rakyat. Semoga nilai-nilai luhur perjuangan para wali senantiasa menjadi pengingat agar kekuasaan digunakan untuk kemaslahatan, bukan untuk kepentingan diri sendiri,” pesannya.

 

Baginya, pembangunan yang sesungguhnya tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari seberapa besar masyarakat merasakan keadilan, memperoleh kesempatan hidup yang layak, dan mendapatkan perlindungan ketika menghadapi kesulitan.

 

Motivasi untuk Anak Yatim: Jangan Kehilangan Harapan Meraih Masa Depan, Selain menyampaikan pesan kepada para pemimpin, Wakil Ketua Umum CIB juga memberikan motivasi kepada anak-anak yatim dan yatim piatu agar tetap bersemangat menjalani kehidupan, tekun belajar, menjaga akhlak, serta terus berusaha meraih cita-cita.

 

Ia mengingatkan bahwa kehilangan orang tua bukanlah alasan untuk kehilangan harapan. Setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang dan membangun masa depan yang lebih baik apabila memperoleh pendidikan, lingkungan yang mendukung, serta perhatian dan kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya.

 

“Anak-anakku sekalian, jangan pernah merasa sendiri dan jangan pernah menyerah dalam menjalani kehidupan. Teruslah belajar, jaga akhlak, hormati guru, sayangi sesama, dan jangan lupa berdoa kepada Allah SWT.”

 

Ia juga mengajak masyarakat, pemerintah, dunia pendidikan, serta para dermawan untuk tidak membatasi kepedulian kepada anak yatim hanya melalui pemberian santunan pada acara tertentu.

 

Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan, kesehatan, pembinaan karakter, dan kesempatan mengembangkan potensi diri merupakan bentuk kepedulian yang tidak kalah penting bagi masa depan anak-anak tersebut.

 

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum CIB menegaskan bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan seharusnya tidak hanya berorientasi pada kebesaran nama, struktur kepengurusan, atau banyaknya anggota.

 

Lebih dari itu, organisasi harus mampu menghadirkan manfaat nyata, menjadi jembatan aspirasi masyarakat, serta membantu mereka yang menghadapi kesulitan dan membutuhkan pendampingan.

 

Menurutnya, perjuangan sosial harus dibangun atas dasar keikhlasan, kepedulian, dan keberanian untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat secara bertanggung jawab.

 

“Perjuangan yang sesungguhnya bukan hanya tentang seberapa besar organisasi kita, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan kepada sesama.”

 

Ia berharap semangat tersebut dapat menjadi pegangan seluruh jajaran CIB dalam menjalankan kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya bagi kelompok yang lemah, kurang beruntung, dan membutuhkan perhatian.

 

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghindari sikap saling merendahkan serta memperkuat kolaborasi demi menghadirkan perubahan yang bermanfaat.

 

Ustaz Yadi Sampaikan Tausiah tentang Kemuliaan Menyayangi Anak Yatim.

 

Ustadz Yadi juga turut menyampaikan tausiah mengenai keutamaan menyayangi, melindungi, dan memperhatikan kehidupan anak yatim serta yatim piatu menurut ajaran Islam.

 

Ia mengingatkan bahwa kepedulian terhadap anak yatim bukan semata-mata persoalan memberikan bantuan materi, tetapi juga menyangkut kasih sayang, perhatian, perlindungan, dan tanggung jawab moral terhadap masa depan mereka serta mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan santunan sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kepekaan hati dan memperkuat kepedulian terhadap sesama.

 

Ia juga mengingatkan tentang keteladanan Rasulullah SAW dalam menyayangi dan memperhatikan anak yatim, sebagaimana dijelaskan dalam hadis mengenai keutamaan orang yang mengasuh anak yatim dan kedekatannya dengan Rasulullah SAW di surga.

 

Menurutnya, nilai suatu amal tidak hanya terletak pada besarnya pemberian, tetapi juga pada ketulusan niat dan keberlanjutan kepedulian yang dilakukan.

 

Sinergi Yayasan, Organisasi, dan Masyarakat untuk Masa Depan ke arah yang lebih baik.

 

Kegiatan santunan yang diselenggarakan Yayasan Walyatalathof Al Kahfi Khoir menjadi pengingat bahwa persoalan sosial tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.

 

Diperlukan sinergi antara yayasan sosial, organisasi kemasyarakatan, pemerintah, wakil rakyat, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat agar kepedulian terhadap kelompok rentan dapat diwujudkan secara lebih luas dan berkelanjutan.

 

Diharapkan kegiatan serupa dapat menginspirasi semakin banyak pihak untuk berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing, baik melalui bantuan pendidikan, dukungan kesehatan, santunan sosial, maupun pembinaan generasi muda.

 

Pada akhirnya, kemuliaan manusia tidak semata-mata diukur dari kekayaan, jabatan, atau kedudukan sosialnya, tetapi juga dari ketulusan dalam berbuat baik dan kesediaannya membantu sesama.

 

Sebab, perjuangan yang dilandasi kejujuran, amanah, dan kepedulian akan selalu menemukan maknanya ketika mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat, terutama mereka yang paling membutuhkan uluran tangan.

 

(Dedi)

Berita Terkait

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.
Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas
Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih
PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 
Polres Indramayu Buka Pelatihan Vokasi Bagi Warga PHK dan Peduli Pengangguran
Jalan Agus Salim Diaspal Ulang, Polres Pekalongan Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
PULUHAN ORMAS PEMUDA PANCASILA BERKUMPUL DI GOR TRISANJA MENGGRUDUG KANTOR PIMPINAN CABANG GERAKAN ANSHOR TEGAL. 
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:00 WIB

PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 

Berita Terbaru