Bandung patrolinews86.com – Koperasi bukanlah organisasi yang bisa diurus secara sambilan, akan tetapi
lembaga keuangan mikro berbasis gotong royong ini memerlukan kehadiran fisik, pikiran, dan waktu penuh dari seorang pemimpin agar roda usahanya dapat berjalan lancar.
Menurut pengamatan beberapa orang alumnus Ikopin yang dihubungi redaksi Patrolinews86.com (Kamis/10/2026). “Mencermati realitas di lapangan menunjukkan, koperasi yang ditinggal oleh ketuanya karena kesibukan lain sering kali mengalami stagnasi dalam menghadapi tantangan berat dalam operasionalnya.
Akibat kurangnya kehadiran pemimpin di tempat, pelayanan anggota dan pengambilan keputusan menjadi terhambat.
Jika ingin maju, sudah saatnya manajemen koperasi yang masih berjalan di tempat melakukan studi banding atau mencontoh langkah sukses Koperasi Keluarga Besar Mahasiswa (KKBM) Ikopin.
KKBM Ikopin mampu membuktikan bahwa keseriusan pengurus yang selalu stay di tempat adalah kunci utama kemajuan koperasi.
Menetap di tempat bukan hanya soal kehadiran fisik, melainkan bentuk tanggung jawab penuh untuk menjaga kepercayaan anggota.
Sudah saatnya para anggota koperasi memilih ketua: “Fokus mengabdi untuk organisasi, atau merelakan posisinya digantikan oleh mereka yang punya waktu luang demi kemaslahatan bersama ?”
HERDI RERE
























