Revitalisasi Sekolah Dipersoalkan, Manap Suharnap: Bongkar dan Usut Jika Ada Mafia Revit

Senin, 21 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IMG 20260921 WA0017KUNINGAN,Patrolinews86.com— Pembangunan revitalisasi sekolah semestinya menjadi ikhtiar negara menghadirkan ruang belajar yang aman, layak dan bermutu bagi anak-anak. Namun, munculnya dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi, baja yang dipersoalkan standar mutunya, pekerjaan tambal sulam, hingga kualitas kusen kayu yang dinilai asal-asalan, memicu sorotan publik.

 

Ketua Forum Masyarakat Sipil Independen (FORMASI), Manap Suharnap, meminta dugaan tersebut tidak berhenti sebagai persoalan teknis, tetapi ditelusuri melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh proses proyek.

 

“Kalau benar ada material yang tidak sesuai spesifikasi, jangan hanya melihat siapa tukangnya. Bongkar seluruh prosesnya: siapa yang merencanakan, menyediakan, mengawasi, memeriksa hingga menyatakan pekerjaan selesai,” tegas Manap.

 

Menurutnya, proyek revitalisasi sekolah menggunakan uang negara sehingga setiap tahapan harus dapat dipertanggungjawabkan. Terlebih, kualitas bangunan menyangkut keamanan siswa, guru dan tenaga kependidikan.

 

Bukan Panggung Drama

 

Manap mengibaratkan dugaan permainan dalam proyek tersebut seperti sebuah pertunjukan drama yang memiliki sutradara, naskah dan para pemain.

 

“Kalau ini drama, tentu ada sutradara dan pemain. Tetapi revitalisasi sekolah bukan panggung drama. Ini dunia nyata. Yang dipertaruhkan uang negara dan keselamatan anak-anak,” ujarnya.

 

Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang memiliki kewenangan dalam proyek diperiksa sesuai peran masing-masing, mulai dari pihak sekolah, konsultan, pengawas, penyedia barang dan jasa hingga unsur dinas terkait.

 

Namun, Manap menegaskan pemeriksaan harus berbasis bukti dan tidak boleh menjadikan seseorang sebagai pihak yang bersalah sebelum ada pembuktian.

 

Audit Harus Menguji Spesifikasi

 

FORMASI mendorong audit tidak sekadar memeriksa apakah bangunan telah selesai, tetapi juga menguji kesesuaian antara dokumen perencanaan, spesifikasi teknis, kontrak, material, volume pekerjaan, pengawasan dan pembayaran.

 

“Kalau baja dipersoalkan tidak sesuai standar, lakukan pengujian. Kalau kualitas kayu dipersoalkan, periksa spesifikasinya. Jangan hanya berdasarkan pemeriksaan visual atau pernyataan,” kata Manap.

 

Menurutnya, transparansi diperlukan untuk memastikan apakah persoalan yang muncul merupakan kesalahan teknis, kelalaian, atau justru terdapat pola penyimpangan yang lebih serius.

 

“Kalau Ada Mafia Revit, Berantas dan Tangkap”

 

Manap menyerukan aparat penegak hukum untuk menindak tegas apabila pemeriksaan menemukan bukti adanya kesengajaan atau kerja sama untuk menyimpangkan proyek revitalisasi.

 

“Kalau memang ada mafia revitalisasi, berantas dan tangkap. Jangan pandang bulu. Tetapi semuanya harus berdasarkan audit, pemeriksaan teknis dan alat bukti yang sah,” tegasnya.

 

Ia meminta penelusuran tidak berhenti pada pelaksana lapangan.

 

“Kalau ada permainan, telusuri seluruh rantainya. Jangan hanya ikan kecil yang diperiksa sementara pihak yang mempunyai kewenangan lebih besar tidak disentuh,” tambahnya.

 

Jangan Jadikan Sekolah sebagai Korban

 

Manap mengingatkan, pembangunan sekolah bukan sekadar proyek fisik. Bangunan tersebut akan digunakan setiap hari oleh anak-anak dan tenaga pendidik.

 

“Sekolah harus menjadi tempat anak-anak belajar, bukan tempat kepentingan segelintir orang bermain. Kalau pekerjaan benar, tunjukkan dokumennya dan silakan diaudit. Kalau terbukti ada pelanggaran hukum, pertanggungjawabkan sesuai ketentuan,” ujarnya.

 

Ia berharap dugaan persoalan revitalisasi sekolah di Kuningan menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola pembangunan fasilitas pendidikan.

 

Menurutnya, publik tidak membutuhkan drama dan saling lempar tanggung jawab, melainkan kepastian bahwa uang negara benar-benar menghasilkan bangunan yang aman, bermutu dan sesuai spesifikasi.***

Berita Terkait

Tujuh Mata Lomba Ikut Memeriahkan HUT PGRI di Kecamatan Cipaku Ciamis
Bau Tak Sedap Dana BOS..! 13 SDN di Kecamatan Depok Berpotensi Bakal Berhadapan dengan Persoalan Hukum
Daftar Sekolah SMA/ SMK Negeri Swasta di Kabupaten Kuningan
SMA-SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Majalengka
Madrasah Aliyah Negeri 2  Kota Cirebon Hari ini lagi diperiksa BPKP
Buka Bimtek Penguatan Peran PPID Sekolah Se-Cadisdik Wilayah IV, Kadisdik Dorong Perkuat Ekosistem dan Komunikasi Publik
Kekurangan Tenaga Pengajar, Siswa Kelas 3 dan 6 SDN 2 Rancahan Belajar Satu Ruangan
Kapolres Hadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Tegaskan Komitmen Polisi Peduli Pendidikan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Tujuh Mata Lomba Ikut Memeriahkan HUT PGRI di Kecamatan Cipaku Ciamis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Bau Tak Sedap Dana BOS..! 13 SDN di Kecamatan Depok Berpotensi Bakal Berhadapan dengan Persoalan Hukum

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Daftar Sekolah SMA/ SMK Negeri Swasta di Kabupaten Kuningan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:02 WIB

SMA-SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Majalengka

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Madrasah Aliyah Negeri 2  Kota Cirebon Hari ini lagi diperiksa BPKP

Berita Terbaru

Uncategorized

Vaveya Freispiele – Übersicht und Optionen

Sabtu, 31 Okt 2026 - 04:56 WIB

Uncategorized

Emberluck tours gratuits : aperçu complet et options

Sabtu, 31 Okt 2026 - 04:56 WIB

Uncategorized

Paamebet tours gratuits : guide de sécurité complet 2024

Sabtu, 31 Okt 2026 - 04:56 WIB