PALEMBANG patrolinews86.com — Air mata, keringat, perjuangan, dan doa menjadi bagian dari perjalanan panjang Mutiara Smandala, tim basket putri kebanggaan SMAN 2 Lahat, hingga kembali menjejakkan kaki di partai final Honda DBL 2026 di GOR Dempo Jakabaring Palembang, Sabtu (19/9/2026).
Namun, perjuangan di laga puncak belum berbuah gelar juara.
Berhadapan dengan rival tangguh, SMA BSI Palembang, Mutiara Smandala harus mengakhiri pertandingan dengan skor 44-70.
Hasil tersebut menempatkan wakil SMAN 2 Lahat sebagai runner up Honda DBL 2026.
Sejak awal pertandingan, kedua tim langsung bermain dengan intensitas tinggi. Strategi demi strategi diterapkan, sementara setiap penguasaan bola menjadi kesempatan untuk mencetak angka.
Mutiara Smandala berusaha memberikan perlawanan terbaik. Para pemain terus mengejar ketertinggalan, memperjuangkan setiap bola, dan tidak berhenti memberikan tekanan hingga pertandingan memasuki detik-detik terakhir.
Tetapi kali ini, SMA BSI Palembang mampu tampil lebih efektif dan mempertahankan keunggulannya hingga peluit akhir berbunyi.
Skor 44-70 menjadi penanda berakhirnya perjuangan Mutiara Smandala di Honda DBL 2026.
Meski gagal mempertahankan gelar juara yang mereka raih pada Honda DBL 2025, langkah Mutiara Smandala hingga partai final kembali menunjukkan konsistensi tim basket putri SMAN 2 Lahat di panggung kompetisi pelajar Sumatera Selatan.
Mereka tidak sekadar datang untuk bertanding. Mereka kembali membawa nama Lahat, mempertahankan tradisi prestasi, dan menunjukkan bahwa gelar juara tahun sebelumnya bukanlah sebuah kebetulan.
Kepala SMAN 2 Lahat, Dr. Tri Turnadi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan kebanggaannya terhadap perjuangan para pemain dan pelatih.
“Kami sangat bangga dengan perjuangan anak-anak Mutiara Smandala.
Mereka sudah memberikan yang terbaik sampai detik terakhir. Hasil ini bukanlah akhir, tetapi menjadi pengalaman berharga untuk bangkit dan meraih prestasi yang lebih tinggi. Terima kasih kepada pemain, pelatih, orang tua, guru, dan seluruh suporter yang telah memberikan dukungan luar biasa.”
Apresiasi serupa disampaikan pelatih Mutiara Smandala, Susan Maisaroh. Menurutnya, para pemain telah menunjukkan semangat juang luar biasa sepanjang turnamen.
“Anak-anak sudah berjuang luar biasa.
Mereka tidak pernah menyerah dan tetap memberikan perlawanan sampai pertandingan berakhir.
Memang hasil final belum sesuai harapan, tetapi saya sangat bangga dengan perjuangan mereka.
Runner up ini harus menjadi motivasi untuk berlatih lebih keras dan kembali lebih kuat.”
Bagi keluarga besar SMAN 2 Lahat, medali runner up bukan sekadar sebuah medali.
Di balik pencapaian tersebut terdapat latihan panjang, kedisiplinan, pengorbanan, kekompakan tim, dukungan orang tua, arahan pelatih, dukungan guru, serta sorakan para suporter yang terus mengiringi perjalanan Mutiara Smandala.
Setelah menjadi juara Honda DBL 2025, Mutiara Smandala kembali membuktikan diri dengan menembus final pada 2026.
Memang, tahun ini langkah mereka berhenti sebagai runner up.
Namun perjalanan hingga laga puncak tetap menjadi catatan penting bagi SMAN 2 Lahat.
Final bukan hanya tentang siapa yang mengangkat trofi. Final juga tentang keberanian untuk bertanding, ketekunan untuk terus berjuang, dan kemampuan untuk bangkit ketika hasil belum sesuai harapan.
Kekalahan 44-70 dari SMA BSI Palembang menjadi akhir perjalanan Mutiara Smandala di Honda DBL 2026.
Tetapi bukan akhir dari perjuangan mereka.
Dari GOR Dempo Jakabaring, Mutiara Smandala membawa pulang bukan hanya medali runner up, tetapi juga pengalaman, pelajaran, dan motivasi untuk kembali berlatih serta mengejar prestasi berikutnya.
Terima kasih, Mutiara Smandala.
Kalian telah berjuang hingga peluit terakhir dan kembali membawa nama SMAN 2 Lahat bersinar di panggung Honda DBL.
Agusman
























