Kadisdik Tekankan Pembangunan Revitalisasi Sekolah Harus Ramah Lingkungan dan Berintegritas

Sabtu, 12 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakor Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SMA, SMK, dan SLB Jawa Barat Tahun 2026 di Kantor Disdik Jabar, Rabu (9/9/2026).

Bandung patrolinews86.com – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Purwanto menekankan pentingnya kualitas pembangunan yang ramah lingkungan dan berintegritas dalam pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SMA, SMK, dan SLB Jawa Barat Tahun 2026.

Hal itu disampaikan Kadisdik saat membuka Rapat Koordinasi Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SMA, SMK, dan SLB Jawa Barat Tahun 2026 di Aula Ki Hajar Dewantara, Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Rabu (9/9/2026). Rapat tersebut diikuti 908 sekolah yang terbagi dalam dua sesi.

Kadisdik mengatakan, program revitalisasi merupakan bantuan pemerintah pusat yang harus disyukuri dan dikelola dengan baik. Program tersebut penting karena anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat terbatas untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dan rehabilitasi satuan pendidikan.

“Revitalisasi harus disyukuri karena pemerintah pusat memberikan bantuan kepada kita. Bantuan ini penting untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana di Jawa Barat,” ujarnya.

Ia meminta sekolah memastikan pembangunan yang dilakukan tidak hanya memenuhi kebutuhan fasilitas, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan. Menurutnya, desain bangunan harus mampu memanfaatkan kondisi alam untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi listrik.

“Pembangunan harus ramah lingkungan. Angin masuk dari mana, keluar ke mana, itu harus diperhatikan. Manfaatkan sirkulasi udara alami,” katanya.

Kadisdik juga mendorong penggunaan bahan yang ramah lingkungan serta menjaga ruang terbuka hijau di lingkungan sekolah.

Menurutnya, konsep tersebut perlu diterapkan sejak proses perencanaan agar bangunan sekolah dapat mengurangi penggunaan listrik untuk kebutuhan seperti kipas angin dan penerangan pada siang hari.

Selain kualitas bangunan, Kadisdik menegaskan, integritas menjadi bagian penting dalam pelaksanaan revitalisasi. Ia pun meminta seluruh pihak mengelola bantuan secara akuntabel, transparan, dan sesuai dengan pakta integritas yang telah ditandatangani.

“Ini merupakan amanat yang harus dilakukan secara akuntabel, transparan, dan berintegritas,” tegasnya.

Kadisdik mengingatkan kepala sekolah dan panitia pelaksana agar tidak memberikan komisi atau imbalan dalam bentuk apa pun kepada pihak yang terlibat dalam pelaksanaan revitalisasi.

Kadisdik juga meminta seluruh risiko dalam pelaksanaan pembangunan dimitigasi sejak awal. Setiap proses harus dilakukan secara terbuka dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Tidak boleh ada hal yang menyimpang dari aturan. Tidak boleh atas nama siapa pun, Bapak dan Ibu meminta hal-hal yang tidak diatur,” tegasnya.

Kadisdik pun menekankan, keberhasilan revitalisasi tidak cukup diukur dari selesainya pembangunan fisik. Sarana dan prasarana yang dibangun harus berdampak langsung terhadap akses dan mutu pembelajaran.

“Harus ada relevansi antara sarana dan prasarana yang dibangun dengan peningkatan mutu pembelajaran. Kalau sebelumnya tidak ada ruang praktik, setelah revitalisasi harus bisa digunakan untuk praktik. Pembelajaran praktik harus menjadi lebih baik sehingga keterampilan siswa juga meningkat,” tuturnya.

Pembangunan Harus Aman

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin pun menekankan pentingnya aspek keamanan dalam pelaksanaan revitalisasi.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya harus memperhatikan kualitas dan manfaat bangunan bagi pembelajaran, tetapi juga memastikan seluruh prosesnya berlangsung aman.

“Yang paling penting dalam pembangunan ini adalah keamanannya,” ujar Tatang.

Ia berharap, program revitalisasi dapat memberikan perubahan terhadap kualitas pendidikan, termasuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan sehat bagi siswa.

“Revitalisasi bisa mengubah kualitas pendidikan kita. Sekolah harus menjadi tempat yang nyaman bagi siswa dan lingkungan sekolah juga harus sehat,” pungkasnya.***

Screenshot 20260912 225746

Sumber : Humas Disdik jabar

 

Berita Terkait

Tujuh Mata Lomba Ikut Memeriahkan HUT PGRI di Kecamatan Cipaku Ciamis
Bau Tak Sedap Dana BOS..! 13 SDN di Kecamatan Depok Berpotensi Bakal Berhadapan dengan Persoalan Hukum
Daftar Sekolah SMA/ SMK Negeri Swasta di Kabupaten Kuningan
SMA-SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Majalengka
Madrasah Aliyah Negeri 2  Kota Cirebon Hari ini lagi diperiksa BPKP
Buka Bimtek Penguatan Peran PPID Sekolah Se-Cadisdik Wilayah IV, Kadisdik Dorong Perkuat Ekosistem dan Komunikasi Publik
Kekurangan Tenaga Pengajar, Siswa Kelas 3 dan 6 SDN 2 Rancahan Belajar Satu Ruangan
Kapolres Hadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Tegaskan Komitmen Polisi Peduli Pendidikan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Tujuh Mata Lomba Ikut Memeriahkan HUT PGRI di Kecamatan Cipaku Ciamis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Bau Tak Sedap Dana BOS..! 13 SDN di Kecamatan Depok Berpotensi Bakal Berhadapan dengan Persoalan Hukum

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:09 WIB

Daftar Sekolah SMA/ SMK Negeri Swasta di Kabupaten Kuningan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:02 WIB

SMA-SMK Negeri dan Swasta di Kabupaten Majalengka

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Madrasah Aliyah Negeri 2  Kota Cirebon Hari ini lagi diperiksa BPKP

Berita Terbaru

HUKUM

Adakah Batasan Jumlah Gratifikasi..?

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:45 WIB