PATROLINEWS86.COM – MAUMERE.
Tanah di Desa Meken Detung, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka berguncang hebat.
Dua dusun, yaitu di dusun Nitung RT.004 Ojang dan dusun Wololuma RT. 011 Wolo Lo’a, Desa Meken Detung, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat memprihatinkan.
Rumah retak, tempat berlindung terancam, wajah-wajah warga,baik tua, muda, dan anak-anak penuh ketakutan dan kesedihan.
Di tengah reruntuhan dan kekhawatiran akan masa depan, harapan datang bukan dari jauh, melainkan dari saudara saudari sendiri.
Melalui kolaborasi tulus DPD Forum Pemuda NTT Kutai Timur, DPC K-SBSI Sikka, dan PK K-SBSI Kutai Timur, bantuan kemanusiaan disalurkan langsung ke tangan warga yang terdampak.
Para anggota K-SBSI Sikka datang bukan hanya membawa barang bantuan, melainkan hadir sebagai saudara yang turut merasakan luka, duduk bersama di tanah yang sama, dan berbagi air mata yang sama.
Saat berada di lokasi awak media, mewawancarai salah satu pengurus angota K-SBSI Sikka, dialah : Gregorius Cristison Bertholomeus, S.H.,M.H, mengatakan bahwa :
“Saat melihat rumah-rumah mereka yang retak dan anak-anak yang masih gemetar ketakutan, hati saya teriris.
Saya tidak bisa berbuat banyak, tapi kehadiran kami di sini adalah pesan sederhana: kalian tidak sendirian.
Saat bencana datang, persaudaraan tidak boleh runtuh.
Biarpun sedikit, bantuan ini kami serahkan dengan sepenuh hati, semoga bisa menjadi pelita kecil di tengah gelapnya keadaan mereka”, ucap Gelson.
Sedangkan di tempat yang sama, Marselina Yunita Kewa Gapun : Ia sedih Melihat wajah ibu-ibu yang menahan tangis, melihat anak-anak yang kehilangan tempat bermain dan tidur dengan tenang, sungguh membuat hati perih.
Kami datang bukan sekedar menyerahkan bantuan, tetapi ingin memeluk mereka lewat kehadiran kami.
Biarlah luka ini berkurang sedikit demi sedikit, dan biarlah kebersamaan ini menjadi obat yang menenangkan hati setiap warga di sini, tutur Ayu.
Di lokasi yang sama, Maria Aldania Federika M. Pedo, menyatakan bahwa:
“Boleh tanah ini berguncang, boleh dinding rumah retak, tapi hati dan persaudaraan kita tidak boleh pernah pecah.
Setiap tetes keringat dan perhatian yang kami berikan adalah bukti bahwa kami peduli, kami merasakan, dan kami akan terus berdiri bersama mereka sampai keadaan membaik.
Semoga setiap bantuan yang diterima membawa harapan baru bagi mereka yang sedang berduka, sebut Alda.
Hiburan dan Kebersamaan yang Menyentuh Hati
Setelah penyerahan bantuan selesai, suasana yang tadinya penuh kesedihan perlahan berubah.
Para anggota K-SBSI Sikka bersama Ibu Seldy L. Utapara, Pak Gelson, Ibu Yustina, Ibu Ayu, Ibu Alda, Pak Bojan, Pak Jefry, Pak Jufry, Ibu Wati, Pak Herdy, Pak Ambros dan Pak Telson serta rekan-rekan lainnya, menghibur warga dan anak-anak dengan nyanyian, tarian, dan canda tawa yang tulus.
Anak-anak yang tadi diam dan takut, kini mulai berlari dan bermain bersama.
Suasana menjadi seperti satu keluarga besar.
Momen hangat berlanjut dengan makan bersama di tempat terbuka, tanpa sekat.
Warga dan tim saling berbagi makanan, bercerita, dan berfoto bersama mengabadikan momen di mana persaudaraan lebih kuat dari bencana.
Kehadiran DPD Forum Pemuda NTT Kutai Timur bersama K-SBSI Sikka dan K-SBSI Kutai Timur bukan sekedar penyaluran bantuan.
Tersirat dan tersurat di sana sebuah pesan, bahwa: bencana boleh mengguncang tanah, tetapi tidak akan pernah mengguncang persaudaraan.
Semoga warga Desa Meken Detung segera bangkit, dan semoga semangat kebersamaan ini terus hidup di seluruh tanah Sikka.
“Bencana bisa meruntuhkan dinding rumah, tapi tidak akan pernah bisa meruntuhkan ikatan kasih antar sesama anak bangsa.
Karena di tengah reruntuhan, justru hati-hati yang saling menyatu itulah rumah yang sesungguhnya.
Dari kami, untuk saudara kami, semoga damai dan kekuatan selalu menyertai warga Meken Detung.
























