Keluhan Masyarakat Pembangunan Proyek Irigasi Niwo di Blok Pecuk Indramayu Diduga Pakai Batu Bekas dan Dikerjakan Asal-asalan

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu – Patrolinews86.com
Ketua Revolusi (Relawan Visioner Lucky Hakim Seluruh Indramayu) Kecamatan Cantigi, Nurnata, mengaku kecewa terhadap pelaksanaan proyek peningkatan saluran irigasi di wilayahnya. Proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu tahun anggaran 2026 itu dinilai dikerjakan secara asal-asalan dan diduga mengandung unsur kecurangan.
Proyek yang dimaksud adalah Peningkatan Saluran Irigasi Niwo yang berlokasi di Penyindangan Kulon, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Berdasarkan hasil pemantauan tim Revolusi di lapangan, pengerjaan proyek di Blok Pecuk tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan.
Nurnata menyoroti penggunaan material batu bekas dari bangunan lama yang kembali dipakai oleh oknum pelaksana. Ia juga menemukan bahwa sebagian bekas Tembok Penahan Tanah (TPT) lama tidak dibongkar, melainkan hanya ditimpa dengan adukan batu baru.

“Jadi jelas ada kecurangan. Batu yang masih menempel di TPT lama langsung ditutup dengan pasangan batu baru. Itu tidak benar dan saya nilai sebagai bentuk kecurangan,” ujar Nurnata, Rabu (26/8/2026).
Ia juga membeberkan bahwa pada sejumlah titik, air irigasi tidak dikeringkan terlebih dahulu sebelum pengerjaan. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa pekerjaan dilakukan tanpa mengacu pada petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.
Menurut Nurnata, hal itu berpotensi mempengaruhi hasil akhir dan kualitas bangunan TPT. Ia menilai proyek tersebut sebaiknya diulang agar tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.
“Kami juga akan melaporkan temuan ini kepada Bupati Lucky melalui organisasi Revolusi,” tegasnya.

Sebelumnya, kritikan serupa juga muncul di media sosial. Seorang pengguna akun TikTok bernama @Dhatull menyampaikan keluhan warga melalui pesan langsung kepada akun Jurnal E-satu.com pada Senin (24/8/2026). Dalam pesannya, ia menyebutkan bahwa para petani di desa setempat mengeluhkan pengerjaan proyek yang dinilai tidak profesional.
“Masyarakat mengeluh tentang bangunan yang asal-asalan. Para petani merasa keberatan karena ketinggian debit air tidak sepadan dengan saluran. Mereka khawatir saat musim banjir nanti,” tulisnya dalam pesan tersebut.
Berdasarkan penelusuran awak media di lokasi proyek pada Selasa (25/8/2026), sejumlah fakta ditemukan. Di antaranya, penggunaan batu bekas berlumut untuk pasangan TPT, dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis pada dinding irigasi kanan dan kiri, serta proses pengecoran lantai kerja yang tercampur air sehingga hasilnya tidak maksimal.
Proyek tersebut diketahui memiliki nilai anggaran sebesar Rp.3.830.060.000 dan dikerjakan oleh CV Mata Baswara yang berkedudukan di Karangampel.
Media telah berupaya mengonfirmasi temuan ini kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu selaku pengguna anggaran. Namun hingga berita ini diterbitkan, Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Arya Tenggara, belum memberikan tanggapan atas pesan konfirmasi yang dikirimkan pada Rabu pagi (26/8/2026).
Revolusi berharap agar pihak dinas segera memberikan teguran keras kepada pelaksana proyek dan melakukan langkah perbaikan jika ditemukan bukti pelanggaran. (Agus Sulist/Red)

Berita Terkait

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.
Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas
Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih
PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 
Polres Indramayu Buka Pelatihan Vokasi Bagi Warga PHK dan Peduli Pengangguran
Jalan Agus Salim Diaspal Ulang, Polres Pekalongan Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
PULUHAN ORMAS PEMUDA PANCASILA BERKUMPUL DI GOR TRISANJA MENGGRUDUG KANTOR PIMPINAN CABANG GERAKAN ANSHOR TEGAL. 
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:00 WIB

PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 

Berita Terbaru