Indramayu – Patrolinews86.com Kecelakaan yang terjadi di jalan Pantura Indramayu yang mengakibatkan korban jiwa 12 orang sehingga Korlantas menerjunkan Team Traffic Accident Analysist (TAA) untuk membantu Penyidik Polres Indramayu dalam rangka penyelidikan Kecelakaan Lalu lintas yang terjadi di Jalan Pantura Desa Kiajaran Kulon Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu Jawa Barat Senin, 13 Juli 2026.
Team tersebut olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara ilmiah guna mengungkap penyebab kecelakaan sekaligus memperkuat proses pembuktian dalam penyidikan.
Kecelakaan terjadi pada hari Minggu tanggal 12 Juli 2026 itu melibatkan satu mobil Pickup dan dua mobil Truck. Berdasarkan hasil penyidikan awal, mobil pickup berhenti di lajur kanan dengan maksud untuk berputar arah sebelum di tabrak oleh Truck Hino wing box dari belakang hingga terdorong ke jalur arah berlawanan.
Pada saat bersamaan datang dari arah berlawanan sehingga benturan beruntun mengakibatkan penumpang terpental ke badan jalan.
Kepala Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data dan Informasi Lalu Lintas (Kasi Pullahjianta) Subdit Laka Digakkum Korlantas Polri Akbp Sandhi Wiedyanoe mengatakan kedatangan Team TAA merupakan tindak lanjut atas arahan Pimpinan Korlantas Polri untuk mendukung penyidikan yang dilakukan Polres Indramayu.
Team bertugas membantu mengungkap kronologi kejadian secara komprehensip sekaligus menentukan faktor yang berkontribusi terhadap Kecelakaan.
“Kedatangan kami disini (Tempat Kejadian Perkara) atas peeibtah Pimpinan untuk membantu Polres Indramayu dalam membuat terang perkara kecelakaan lalu lintas dan menentukan pihak yang paling bertanggung jawab atas kejadian ini, ” kata Akbp Sandhi.
Ia menjelaskan seluruh korban sudah berhasil diidentifikasi. Menurutnya, penanganan awal yang dilakukan Polres Indramayu telah sesuai dengan prosedur sehingga proses identifikasi korban cepat di tangani.
Dalam hal ini Team TAA mengungkapkan bahwa U-Turn banyak yang ilegal artinya putar balik tidak sewajarnya dan akan membahayakan para pemakai jalan apabila akan putar balik. Maka dari itu menghimbau kepada Instansi terkait untuk mengevaluasi kembali U-Turn tersebut yang membahayakan langsung tutup total supaya tidak terjadi korban lagi seperti saat sekarang ini. (Agus Sulist)














