Purwakarta patrolinews86.com – Pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi gedung di Sekolah menengah pertama SMP N I Cibatu Kec Cibatu Kabupaten Purwakarta Jawa Barat menjadi sorotan. Selain tak memakai alat pelindung diri (APD), juga pengawas tidak berada ditempat. Selasa ( 07 /07/2026) dan ini perlu ditegur sebelum ada hal hal yang tidak diinginkan terjadi
Tampak beberapa pekerja tidak mengenakan APD meski dalam pelaksanaan proyek kayu kayu bekas berserakan dalam pemberesan termasuk dalam rehab besar. Sebab, harus membongkar atap yang sudah lapuk dimakan usia dan menggantinya dengan rangka baja ringan..
Sehingga cukup rawan kalau dibiarkan takut terjadi kecelakaan, seperti bekas cabutan paku terinjak , potongan besi dan lainnya sebagainya termasuk debu dari kayu lapuk bekas plafon dan genting yang masih berserakan . Namun para pekerja tetap melakukan pekerjaan, tanpa mengunakan alat pengaman diri (APD).
- Pelindung Kepala (Safety Helmet): Melindungi kepala dari benturan, kejatuhan benda keras/tajam, serta sengatan panas atau material bangunan yang berbahaya.
- Pelindung Kaki (Safety Shoes): Menjaga kaki agar tidak tertimpa material berat, tertusuk paku, dan tergelincir di area proyek.
- Pelindung Tangan (Sarung Tangan): Mencegah tangan terluka, tergores, atau terkena bahan kimia.
- Pelindung Mata & Wajah (Safety Goggles): Melindungi mata dari debu, percikan semen, atau serpihan material yang beterbangan.
- Pelindung Pernapasan (Masker): Menyaring udara dari debu, asap, dan partikel berbahaya lainnya.
- Pelindung Tubuh (Rompi): Membuat pekerja mudah terlihat (memantulkan cahaya) oleh rekan kerja atau operator alat berat.
Dari pengakuan beberapa guru yang berada di tempat.ketika ditanya kepala sekolahnya kemana termasuk masalah kantor direksi kit ,jawabnya engga ada begitu juga kepala sekolah sedang tidak ada di tempat dan anehnya beberapa guru juga tidak tau siapa pengurus dan ketua sebagai ketua P2SS dalam Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) di SMPN I Cibatu ini sehingga menimbulkan sebuah pertanyaan besar sejauh mana transparansi pembangunan ini..?
Dari papan informasi yang dipasang jenis “Pekerjaan Pemerintah Revitalisasi Tahun Anggaran 2026, dengan nilai Rp.2.500.000.000 yang berasal dari APBN 2026 kabarnya mencapai 12 rehab ruang kelas
Hingga berita ini diterbitkan ketua panitia dan kepala sekolah belum bisa dikonfirmasi karena sekolah masih libur.
























