Siraman qalbu oleh H.Sutejo
Dalam kehidupan bermasyarakat, setiap manusia tentu pernah melakukan kesalahan, baik disengaja maupun tidak disengaja. Namun, manusia yang baik bukanlah manusia yang tidak pernah salah, melainkan manusia yang mau menyadari kesalahannya dan berusaha memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik.
Sering kali seseorang lupa diri ketika berada di atas, hingga mudah menyakiti, merendahkan, bahkan mengkhianati orang lain yang pernah membantu dalam masa sulit. Padahal kehidupan ini bagaikan roda yang terus berputar. Apa yang kita lakukan kepada orang lain, suatu saat akan kembali kepada diri kita sendiri. Inilah yang sering disebut sebagai hukum karma kehidupan.
Jangan pernah meremehkan luka hati seseorang. Sebab air mata orang yang tersakiti dapat menjadi pelajaran besar bagi kehidupan. Hari ini mungkin seseorang merasa bangga karena mampu menjatuhkan orang lain, namun waktu akan membuktikan bahwa setiap perbuatan memiliki balasan yang setimpal.
Siraman qolbu ini mengajak seluruh masyarakat untuk lebih menjaga sikap, perkataan, dan perbuatan terhadap sesama. Belajarlah menghargai orang lain, jangan mudah sombong ketika sudah memiliki jabatan, harta, ataupun kekuasaan. Karena semua yang dimiliki hanyalah titipan dan tidak akan abadi.
Mari bersama-sama memperbaiki diri, memperbanyak introspeksi, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan. Sebab manusia tidak ada yang sempurna, dan sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mau bertobat serta memperbaiki akhlaknya.
Semoga kita semua dijauhkan dari sifat iri, dengki, fitnah, dan perbuatan zalim kepada sesama, agar kehidupan menjadi lebih damai, penuh keberkahan, serta selamat dunia maupun akhirat. Aamiin….
























