Kabupaten Semarang – Patrolinews86.com. Ketegangan pecah di wilayah Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jumat sore (13/03/2026). Dua warga yang diketahui merupakan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) berinisial W dan N menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh sejumlah kru armada pengangkut BBM jenis solar subsidi yang diduga beroperasi secara ilegal.
Peristiwa ini bukan hanya memicu konflik di jalan, namun juga membuka dugaan praktik mafia BBM subsidi yang selama ini diduga beroperasi di wilayah kecamatan Tengaran.
Menurut Informasi yang yang didapat awak media, insiden terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu korban W dan N tengah melintas menggunakan sepeda motor di kawasan Tengaran.
Tiba-tiba sebuah truk yang diduga merupakan armada pengangkut solar subsidi ilegal melakukan manuver dengan memepet kendaraan korban secara kasar.
Bukannya meminta maaf, sopir dan kru truk tersebut justru diduga melakukan pengeroyokan terhadap kedua korban.
Akibat kejadian itu, W dan N mengalami sejumlah luka ringan dan langsung menjalani visum sebagai bukti laporan di Polsek Tengaran.
Gara gara insiden pengeroyokan tersebut justru mengarah pada dugaan praktik “ngangsu” solar subsidi, yakni modus pengumpulan BBM dari beberapa SPBU untuk kemudian dijual kembali secara ilegal.
Dalam penanganan awal, pihak kepolisian mengamankan dua unit mobil/truk yang diduga membawa ribuan liter solar subsidi.
Dari keterangan saksi di lokasi serta pengakuan awal sopir berinisial TI dan UC, armada tersebut disebut-sebut milik seorang bos berinisial ADM yang diduga mengendalikan operasi pengangkutan solar subsidi di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya.
Tak hanya itu, muncul pula nama seorang oknum berinisial J yang diduga berada di balik aktivitas tersebut. Saat dikonfirmasi, J mengaku hanya bertugas melakukan pengamanan atau “bekap” terhadap kegiatan pengangkutan solar tersebut.
Puluhan Anggota PSHT datangi Polsek Tengaran Pasca
kejadian tersebut, dan situasipun sempat memanas.
Puluhan anggota PSHT tersebut berniat untuk mengawal proses hukum atas dugaan pengeroyokan yang menimpa rekan mereka.
Mereka meminta aparat penegak hukum tidak hanya menindak pelaku kekerasan, tetapi juga mengusut tuntas jaringan distribusi solar subsidi ilegal yang diduga terungkap dari insiden tersebut.
“Kami menuntut pelaku pengeroyokan diproses hukum. Tapi lebih dari itu, praktik solar subsidi ilegal ini juga harus dibongkar sampai ke aktor utamanya,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian telah mengamankan dua unit kendaraan yang diduga digunakan untuk mengangkut solar subsidi secara ilegal.
Meski belum ada keterangan resmi secara detail dari pihak kepolisian, masyarakat berharap aparat penegak hukum bertindak tegas dan transparan dalam menangani perkara ini.
Kasus ini pun menjadi sorotan publik, karena dinilai sebagai ujian bagi aparat penegak hukum untuk membuktikan bahwa penegakan hukum tidak hanya tajam ke bawah, tetapi juga berani menyentuh aktor besar di balik praktik mafia BBM subsidi. ( Samira )
























