Kuningan Jawa barat patrolinews86.com – Pelarangan pasar dadakan (atau pasar kaget) sering kali menjadi isu sensitif yang memicu keluhan pedagang karena berkaitan langsung dengan mata pencaharian mereka.
Hal ini pula yang terjadi di jl Sukarno Kuningan tepatnya daerah jalan baru lingkar Pramuka, terkait keluhan pedagang dan alasan di balik kebijakan pemerintah berdasarkan situasi menjadikan pasar dadakan ini mau di bubarkan atau jangan ada lagi pasar dadakan jelas mengundang reaksi masyarakat terutama para pedagang kecil yang biasa mencari Rizki dengan berjualan .
Bahkan kata mereka dengan akan di bubarkan nya pasar dadakan jl Sukarno Hatta jalan baru lingkar Pramuka ” sarua wae jeng rek ngahalangan Rizki pedagang ” Mun reh nga bubarken sok atuh bere Jang daharna atau mata pencaharian lain ” tuh siga kdm ( gubernur Jabar) Ari ngalarang teh jeng mere solusina .” keluh mereka .
Adanya pasar dadakan buat takjil dibulan puasa sekarang ini yang terjadi di perempatan jalan lingkar Kuningan—tepat di simpang Jalan Soekarno-Hatta, Pramuka, sampai jalan Ramajaksa memang terlihat dibulan ramadhan kali ini mendadak jadi ramai oleh pedagang dan pembeli yang disebut pasar dadakan dimana ketika mau menjelang azan Maghrib, ruas jalan itu berubah jadi pasar tumpah, deretan lapak takjil menutup sebagian badan jalan dan membuat arus kendaraan tersendat. Tak hanya pedagang lokal, banyak penjual datang dari luar wilayah Kabupaten Kuningan untuk mengadu peruntungan selama bulan puasa disana.
Namun dibalik semua itu pemerintah daerah kabarnya malah mau menutup pasar dadakan tersebut dengan dalih kemacetan dan pertimbangan lain, tak heran komentar negatip pun bermunculan bahkan dikata Yayat salah satu warga sekitar dengan akan di tutupnya pasar dadakan ini tentu akan berdampak besar bagi para pencari nafkah di pasar dadakan selama bulan ramadhan ini dan yang paling dirasakan oleh mereka para pedagang dadakan tentu sangat mendasar karena dengan dibubarkannya pasar dadakan jl Sukarno, sampai Pramuka Keluhan Utama Pedagang jelas akan kehilangan Pendapatan, dimana para pedagang akan mengeluhkan akibat penurunan omzet yang drastis karena pasar dadakan biasanya memiliki akses lebih mudah bagi pembeli dibandingkan pasar resmi.
Apalagi pasar dadakan ini kan tidak setiap hari ada . Ini juga disaat bulan puasa aja yang secara spontan ada pasar dadakan, tetapi kalau di bubarkan
pedagang yang biasa ( orang sekitar) meski masih bisa jualan kalau tidak ada pedagang lain tetap akan berdampak kurang rame, jadi rasanya kurang adil kalau pasar dadakan ini disaat ada dan hasil buat para pedagang sebagai mata pencaharian sekarang mau di bubarkan .
Jadi harapan mereka para pedagang biarkanlah kita berjualan di pasar dadakan karena bagaimanapun juga kita juga tatap taat aturan baik dari segi keamanan ataupun dari segi kebersihan , karena rasanya kurang adil kalau adanya pasar dadakan ini hadir dan terlihat rame pedagang ( penghasilan ) dengan begitu mudahnya pihak pihak dari pemerintah akan membubarkannya tanpa melihat sisi baiknya buat mata pencaharian warga. Karena dibubarkannya pasar dadakan yang maling terasa di khalayak umum adalah berdampak langsung pada penurunan drastis pendapatan, kerugian stok barang tidak terjual serta terganggunya rantai ekonomi kecil. Hal ini sering memicu kebangkrutan pedagang, hilangnya akses belanja terjangkau bagi warga, dan potensi konflik sosial jika tidak ada solusi
Pembubaran pasar dadakan juga terkadang bisa berdampak penjualan menurun tajam, modal terbuang untuk barang yang tidak terjual, bahkan berpotensi bangkrut karena kehilangan mata pencaharian utama.
Dampak sosialnya jelas terganggunya pemenuhan kebutuhan ekonomi pedagang kecil, terutama saat situasi darurat atau pembatasan sosial. Dan bagi konsumen juga berdampak pada hilangnya akses barang kebutuhan pokok yang lebih murah dan dekat di lingkungan sekitar.
Jadi dari kebijakan sepihak dari pemerintah tentu bisa memunculkan ketegangan antara pedagang yang nekat berjualan dengan aparat yang menegakkan aturan.

Lip ds
























