Ini kata warga ” Larangan pasar dadakan di Jalan Sukarno Hatta lingkar jalan baru pramuka ”  sarua wae jeng ngahalangan Rizki pedagang “

Minggu, 1 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuningan Jawa barat patrolinews86.com  – Pelarangan pasar dadakan (atau pasar kaget) sering kali menjadi isu sensitif yang memicu keluhan pedagang karena berkaitan langsung dengan mata pencaharian mereka.

Hal ini pula yang terjadi di jl Sukarno Kuningan tepatnya daerah jalan baru lingkar  Pramuka, terkait keluhan pedagang dan alasan di balik kebijakan pemerintah  berdasarkan situasi menjadikan pasar dadakan ini  mau di bubarkan atau jangan ada lagi pasar dadakan jelas mengundang reaksi masyarakat terutama para pedagang kecil yang biasa mencari Rizki dengan berjualan .

Bahkan kata mereka dengan akan di bubarkan nya pasar dadakan jl Sukarno Hatta jalan baru  lingkar Pramuka ” sarua wae jeng rek ngahalangan Rizki pedagang ” Mun reh nga bubarken sok atuh bere Jang daharna atau mata pencaharian lain ” tuh siga kdm ( gubernur Jabar) Ari ngalarang teh jeng mere solusina .” keluh mereka .

Adanya pasar dadakan buat takjil dibulan puasa sekarang ini yang terjadi di perempatan jalan lingkar Kuningan—tepat di simpang Jalan Soekarno-Hatta, Pramuka, sampai jalan  Ramajaksa memang terlihat dibulan ramadhan kali ini mendadak jadi ramai oleh pedagang dan pembeli yang disebut pasar dadakan dimana ketika mau menjelang azan Maghrib, ruas jalan itu berubah jadi pasar tumpah, deretan lapak takjil menutup sebagian badan jalan dan membuat arus kendaraan tersendat. Tak hanya pedagang lokal, banyak penjual datang dari luar wilayah Kabupaten Kuningan untuk mengadu peruntungan selama bulan puasa disana.

Namun dibalik semua itu pemerintah daerah kabarnya malah mau menutup pasar dadakan tersebut dengan dalih kemacetan dan pertimbangan lain, tak heran komentar negatip  pun bermunculan bahkan dikata Yayat salah satu warga sekitar dengan  akan di tutupnya pasar dadakan ini tentu akan berdampak besar bagi para pencari nafkah di pasar dadakan selama bulan ramadhan ini dan yang paling dirasakan oleh mereka para pedagang dadakan tentu sangat mendasar karena dengan dibubarkannya pasar dadakan jl Sukarno, sampai Pramuka Keluhan Utama Pedagang  jelas akan kehilangan Pendapatan, dimana para pedagang akan mengeluhkan akibat penurunan omzet yang drastis karena pasar dadakan biasanya memiliki akses lebih mudah bagi pembeli dibandingkan pasar resmi.

Apalagi pasar dadakan ini kan tidak setiap hari ada . Ini juga disaat bulan puasa aja yang secara spontan ada pasar dadakan, tetapi kalau di bubarkan

pedagang yang biasa ( orang sekitar)  meski masih bisa  jualan kalau tidak ada pedagang lain tetap akan berdampak kurang rame, jadi rasanya kurang adil kalau pasar dadakan ini disaat ada dan hasil buat para pedagang sebagai mata pencaharian sekarang mau di bubarkan .

Jadi harapan mereka para pedagang biarkanlah kita berjualan di pasar dadakan karena bagaimanapun juga kita juga tatap taat aturan baik dari segi keamanan ataupun dari segi kebersihan , karena rasanya kurang adil kalau adanya pasar dadakan ini hadir dan terlihat rame pedagang ( penghasilan ) dengan begitu mudahnya pihak pihak dari pemerintah akan membubarkannya tanpa melihat sisi baiknya buat mata pencaharian warga. Karena dibubarkannya pasar dadakan yang maling terasa di khalayak umum adalah berdampak langsung pada penurunan drastis pendapatan, kerugian stok barang tidak terjual serta terganggunya rantai ekonomi kecil. Hal ini sering memicu kebangkrutan pedagang, hilangnya akses belanja terjangkau bagi warga, dan potensi konflik sosial jika tidak ada solusi

Pembubaran pasar dadakan juga terkadang bisa  berdampak penjualan menurun tajam, modal terbuang untuk barang yang tidak terjual, bahkan berpotensi bangkrut karena kehilangan mata pencaharian utama.

Dampak sosialnya jelas terganggunya pemenuhan kebutuhan ekonomi pedagang kecil, terutama saat situasi darurat atau pembatasan sosial. Dan bagi konsumen juga berdampak pada hilangnya akses barang kebutuhan pokok yang lebih murah dan dekat di lingkungan sekitar.

Jadi dari kebijakan sepihak dari pemerintah tentu bisa  memunculkan ketegangan antara pedagang yang nekat berjualan dengan aparat yang menegakkan aturan.

 

Screenshot 20260301 015304

 

Lip ds

 

 

Berita Terkait

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.
Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas
Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih
PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 
Polres Indramayu Buka Pelatihan Vokasi Bagi Warga PHK dan Peduli Pengangguran
Jalan Agus Salim Diaspal Ulang, Polres Pekalongan Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
PULUHAN ORMAS PEMUDA PANCASILA BERKUMPUL DI GOR TRISANJA MENGGRUDUG KANTOR PIMPINAN CABANG GERAKAN ANSHOR TEGAL. 
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:00 WIB

PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 

Berita Terbaru