Masa Depan pangan Nasional Prov Trikoe smaningrat tyas Tawarkan produktivitas lahan sorgum dan siap kembangkan bibit nya sorgum nya.

Selasa, 17 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, patrolinews86.com-
IPB University Di Masa Depan Pangan Nasional, Prof Trikoesoemaning tyas ipb unervesity Tawarkan Solusi Produktivitas Lahan Suboptimum: Siap Kembangkan Sorgum dan Gandum
Masa Depan Pangan Nasional, Prof Trikoesoemaningtyas Tawarkan Solusi Produktivitas Lahan Suboptimum: Siap Kembangkan Sorgum dan Gandum
Masa Depan Pangan Nasional, Prof Trikoesoemaningtyas Tawarkan Solusi Produktivitas Lahan Suboptimum: Siap Kembangkan Sorgum dan Gandum
Ilustrasi (freepik)
Berita / Riset dan Kepakaran

Di tengah tantangan perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan pergeseran pola konsumsi pangan yang semakin bergantung pada tepung berbasis gandum impor, Indonesia dituntut menghadirkan inovasi pertanian yang adaptif.

IPB University menawarkan solusi melalui pemuliaan tanaman untuk lahan bercekaman abiotik, sebagaimana disampaikan Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof Trikoesoemaningtyas.

“Dari total 189,1 juta hektare daratan Indonesia, sekitar 91,1 juta hektare merupakan lahan suboptimum. Inilah ruang masa depan produksi pangan kita,” jelasnya saat menyampaikan Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University, Sabtu (14/2).

Ia menerangkan, sebagian besar lahan tersebut menghadapi cekaman abiotik seperti pH tanah rendah, salinitas, dan defisiensi hara. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu dan produktivitas rendah.

“Karena itu, kami mengusulkan perbaikan adaptasi tanamannya. Pemuliaan untuk lingkungan bercekaman bertujuan meningkatkan stabilitas hasil pada kondisi yang tidak optimum,” ujarnya.

Melalui pendekatan fisiologi dan analisis genetik, ia dan tim peneliti IPB University lainnya mengidentifikasi mekanisme adaptasi serta sifat toleran yang diwariskan. Karakter seleksi yang tepat kemudian dikembangkan untuk mempercepat kemajuan genetik dan menghasilkan varietas yang lebih efisien serta adaptif.

Ia mengurai, program pemuliaan ini berpijak pada tiga pilar utama, yakni ketahanan (resilience), keberlanjutan (sustainability), dan kemanusiaan (humanity). “Varietas yang dihasilkan harus adaptif, efisien dalam penggunaan input, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” tuturnya.

Sorgum dan Gandum Tropika

Salah satu komoditas yang dikembangkan Prof Trikoesoemaningtyas adalah sorgum. Tanaman pangan kelima terbesar di dunia ini memiliki kandungan protein sekitar 11 persen, mendekati gandum.

“Sorgum dapat dengan mudah diproses menjadi tepung dan secara gizi kompetitif. Bahkan bersifat gluten free, sehingga cocok bagi masyarakat yang intoleran terhadap gluten,” terangnya.

Lanjutnya, selain sebagai pangan alternatif, sorgum juga berpotensi sebagai sumber bioetanol dan biomassa energi. “Adaptasinya di tanah masam membuka peluang peningkatan produktivitas sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk dan kapur,” tutur Prof Trikoesoemaningtyas.

Dalam konteks ketergantungan impor gandum yang pada 2024 mencapai 12,7 juta ton, IPB University juga mengembangkan gandum tropika melalui pendekatan fisiologi, genetik, dan metode shuttle breeding. Dua varietas telah dilepas bersama Konsorsium Penelitian Gandum, yakni Guri-7-Agritan dan Guri-8-Agritan, yang adaptif di dataran menengah tropika.

“Dari sisi gizi, gandum hasil pemuliaan peneliti Indonesia layak diolah menjadi pangan bergizi. Namun, saat ini produksinya memang belum mencukupi kebutuhan skala besar,” ungkapnya.

Ia menguraikan, sorgum direkomendasikan untuk lahan suboptimum, misalnya lahan kering bertambah masam, lahan kering beriklim kering, dan lahan bekas tambang.

Gandum optimum di lahan dataran tinggi, tapi rencananya akan direkomendasikan untuk dataran ketinggian menengah 400–600 mdpl. “Karena lebih tersedia, ini lahan suboptimum untuk gandum karena suhu tinggi,” tambahnya.

Menurutnya, agenda swasembada pangan memerlukan perluasan produksi di lahan suboptimum. “Kebutuhan akan varietas adaptif akan semakin meningkat guna menjamin stabilitas hasil dan mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.
Fifi

 

 

 

Berita Terkait

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.
Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas
Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih
PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 
Polres Indramayu Buka Pelatihan Vokasi Bagi Warga PHK dan Peduli Pengangguran
Jalan Agus Salim Diaspal Ulang, Polres Pekalongan Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
PULUHAN ORMAS PEMUDA PANCASILA BERKUMPUL DI GOR TRISANJA MENGGRUDUG KANTOR PIMPINAN CABANG GERAKAN ANSHOR TEGAL. 
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:00 WIB

PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 

Berita Terbaru

Uncategorized

Vaveya Freispiele – Übersicht und Optionen

Sabtu, 31 Okt 2026 - 04:56 WIB

Uncategorized

Emberluck tours gratuits : aperçu complet et options

Sabtu, 31 Okt 2026 - 04:56 WIB

Uncategorized

Paamebet tours gratuits : guide de sécurité complet 2024

Sabtu, 31 Okt 2026 - 04:56 WIB