Kuningan,Patrolinews86.com-
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di desa adalah program vital untuk menangani gizi buruk dan stunting dengan memberikan makanan bergizi (protein, vitamin) kepada balita dan ibu hamil, menggunakan dana desa atau anggaran desa, seringkali berbasis pangan lokal (PMT Lokal), serta disertai penyuluhan gizi seimbang untuk meningkatkan kesehatan dan tumbuh kembang generasi mendatang.
Program ini diinisiasi oleh pemerintah desa bekerja sama dengan posyandu, kader kesehatan, dan Puskesmas, dengan tujuan meningkatkan status gizi, mencegah stunting, dan mendorong kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat, biasanya disalurkan dalam paket bahan makanan atau makanan siap saji kaya nutrisi secara berkala.
Namun sungguh di sayangkan program pemberian makanan tambahan (PMT) di Desa Ciomas Kecamatan Ciawigebang Di Duga tidak sesuai standar gizi karena makanan sudah basi dan buah-buahan busuk.
Warga Desa Ciomas yang tidak mau di sebutkan namanya merasa kecewa dengan pemberian makanan tambahan buat balita dan ibu menyusui yang makanan sajian sudah basi Senin,(08/12).
Tujuan Utama PMT adalah Mencegah dan Mengatasi Stunting dengan Memberikan nutrisi optimal pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Meningkatkan Status Gizi: Memenuhi kebutuhan protein, vitamin, dan mineral untuk tumbuh kembang anak.
Edukasi Gizi: Meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang benar.
Pelaksanaan PMT:
Sumber Dana: Seringkali dari Dana Desa (DD) atau anggaran desa.
Penerima Manfaat: Balita (terutama yang berisiko stunting) dan ibu hamil (terutama ibu hamil Kurang Energi Kronis/KEK).
Jenis Makanan: Paket berisi bahan makanan bergizi (telur, susu, daging, ikan, kacang hijau, sayuran) atau makanan siap saji yang diolah secara lokal.
Metode: Disalurkan di Posyandu, balai desa, atau rumah warga, seringkali dengan siklus menu tertentu dan pemantauan rutin(BB,TB).
Penyuluhan: Disertai edukasi tentang pengolahan makanan bergizi dan dampak stunting.
Jenis PMT di Desa:
PMT Pemulihan: Untuk anak dengan gizi kurang atau gizi buruk.
PMT Penyuluhan: Pemberian makanan sambil memberikan edukasi gizi di Posyandu.
PMT Lokal: Menggunakan bahan pangan lokal yang tersedia di desa.
Pihak Terlibat:
Pemerintah Desa (Kepala Desa, Kasi Kesra).
Kader Kesehatan/Posyandu.
Puskesmas (Bidan Desa, Tenaga Kesehatan).
Tim Pelaksana Desa (RDS, BKKBN, PKK, mahasiswa KKN).(bie)














