Subang, patrolinew86.com
Aktifis Pemerhati Jalan Provinsi Jawa Barat, mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan peningkatan jalan di ruas jalan Pamanukan – Subang. Langkah ini menjadi jawaban terhadap pengguna jalan di ruas jalan Pamanukan – Subang yang menginginkan jalan layak di lalui kendaraan, ujar Andi Kosim melalui telepon selulernya. (20/11)
Namun, kata Andi. Pihak Penyedia Jasa (PJ) salam pekerjaan nya, asal jadi dan tidak memperhatikan cuaca hujan atau engga nya. Sehingga akan mempengaruhi kwalitas jalan tersebut, dengan anggaran yang besar buat apa hanya sesaat umurnya, bila PJ tidak memperhatikan cuaca saat hujan dan tidaknya, sehingga hasil peningkatan jalan akan seumur jagung. Karana perlu diketahui ruas jalan tersebut dilalui kendaraan yang bersumbu besar, sambungnya.
Dihadapan Gubernur Jawa Barat H. Dedi Mulyadi (KDM), untuk Sidak ke lokasi peningkatan jalan di ruas jalan Pamanukan – Subang, tegasnya.
Pantauan media ini di lapangan jelas sangat terlihat asal jadi dan jauh dari kwalitas peningkatan jalan. Apalagi di ruas jalan Pamanukan – Subang tepatnya di wates Kecamatan Tambak Dahan yang tadinya jalan seperti kubangan kerbau. Seharusnya pekerjaannya batu agregat terlebih dahulu di padatkan seterusnya memakai batu split. Bukan campuran batu dan tanah, sehingga kwatilas jalan akan bagus dan benar.
Sementara itu salah satu pengawas jalan dari PJ Jajang kepada media ini mengatakan, mengakui bahwa Pengaspalan Hot mik di waktu turun hujan itu salah.” Namun kita sudah berkoordinasi dengan pihak konsultan untuk di hotmik karena mengejar waktu”, ucapnya.
Saat di tanya aspal hotmik yang digunakan memakai hotmik AC-BC ia, menjawab benar, dan untuk Hotmik AC-WC nanti tahap ke dua, ucapnya.
Untuk plang proyek masih di cetak belum di pasang, silahkan bapak menunggu P Deni, agar lebih jelas, pukasnya.
Konsultan Pengawas Terkesan Plin pan Salam memberikan Keterangan
Saat media ini mengkonfirmasi terkait Pengaspalan Hotmik di waktu hujan Konsultan Pengawas dari PT. Laksana Desain Wudiyanto mengatakan Pengaspalan di hentikan bila mana ada hujan dan genangan air, silahkan aja bapak tanya ke masyarakat setempat banyak saksi.
Keterangan tersebut berbeda dengan pengawas lapangan dari PT. Mega Sukma.
Saat di tanya kembali di penimbunan kubangan kerbau, di wates tepatnya depan Pombensi. Yang bercampur tanah, Wudiyanto mengatakan, bahwa agregat yang bercampur tanah harus di keruk dan di ganti karena sudah di Sidak juga oleh Balai PUPR Provinsi Jawa Barat, ucapnya.
Saat media ini memperlihatkan fhoto agregat yang bercampur dengan tanah ini sedang di padatkan dengan stum wales, Wudiyanto menjawab, ia sedang di padatkan nanti kalau masih labil akan di ganti, ucapnya.
Konsultan sebagai kepanjangan tangan laporan harian mingguan dan bulanan yang di tugaskan oleh PUPR Provinsi Jawa Barat, agar tagas dalam pengawasan yang di lakukan peningkatan jalan oleh PJ, seakan memberikan keterangan plin-plan.
Saat di tanya kembali anggaran peningkatan jalan di ruas jalan Pamanukan – Subang, Wudiyanto menjawab anggaran tersebut senilai Rp 18 milyar lebih, pukasnya. (Nur)

























