PATROLINEWS86.COM – SIKKA, NTT.
Di tengah keberagaman budaya Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Ikatan Warga Asal Maluku (IWASMA) terus merajut kebersamaan.
Pertemuan rutin bulanan, yang kali ini diadakan di kediaman Bapak Aloysius Wim Da Silva di Jl. Wairklau, depan Ordo Karmel, menjadi bukti nyata komitmen mereka untuk menjaga tali persaudaraan.
Semangat “Potong Di Kuku Rasa Di Daging” bukan sekadar semboyan, melainkan landasan kokoh bagi setiap aktivitas IWASMA.
IWASMA bukan sekadar organisasi, melainkan representasi utuh dari keluarga besar Maluku di Kabupaten Sikka.
Di sini, setiap anggota menemukan tempat untuk berbagi suka duka, melestarikan budaya, dan saling menguatkan.
Pertemuan bulanan menjadi oase di tengah kesibukan, wadah untuk mempererat hubungan yang mungkin terpisah jarak dan waktu.
Kegiatan rutin kali ini dirancang untuk mengakomodasi semua generasi.
Doa pembuka, dipimpin oleh tokoh agama dari anggota IWASMA, memberikan sentuhan spiritual.
Diskusi hangat mengenai isu-isu aktual yang dihadapi warga Maluku di Sikka menjadi ruang berbagi solusi.
Permainan tradisional dan lomba-lomba kreatif menambah semarak suasana, membangkitkan nostalgia kampung halaman.
Suara Dari Keluarga Iwasma,
Wakil Ketua IWASMA, Alexander Shendy Malinta, SE, menekankan pentingnya kegiatan ini dalam menjaga identitas Maluku di tanah rantau.
“IWASMA adalah wadah untuk kita saling mendukung, terutama dalam menghadapi tantangan hidup di daerah baru.
Semangat gotong royong dan kekeluargaan harus terus kita pupuk,” uja Shendy Malinta dengan penuh semangat.
Fransisca Mariny Tomahu, salah satu anggota IWASMA, mengungkapkan rasa bangganya menjadi bagian dari komunitas ini.
“Saya merasa IWASMA seperti keluarga kedua.
Di sini, saya bisa berbagi cerita, mendapatkan dukungan, dan belajar banyak hal dari sesama perantau,” kata Riny Tomahu dengan wajah penuh senyum manis.
Sandry Parera, anggota lainnya, menambahkan, “Pertemuan ini selalu menjadi momen yang saya tunggu-tunggu.
Selain bisa bertemu teman-teman, saya juga bisa melepas rindu dengan suasana Maluku.”
“Ale Rasa Beta Rasa”: Simbol Kebersamaan
Kegiatan diakhiri dengan makan bersama, hidangan khas Maluku yang menggugah selera menjadi simbol kebersamaan.
Suasana semakin meriah dengan lantunan lagu-lagu daerah yang mengiringi santap siang.
Sesi foto bersama menjadi penutup yang sempurna, mengabadikan momen kebersamaan yang tak ternilai harganya.
Semangat “Ale Rasa Beta Rasa” benar-benar terpancar, menyatukan hati dan pikiran seluruh anggota IWASMA.
“Gandong parcaya, gandong mangaku.
Biar jauh di mata, dekat di hati.
IWASMA adalah wujud nyata dari semangat Pela Gandong, yang mengajarkan kita untuk selalu bersatu dan saling membantu, di mana pun kita berada.”
























