Refleksi Adat Pernikahan Dalam Masyarakat Maumere: Menjaga Tatanan Leluhur dalam Praktik Belis. 

Minggu, 9 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Christian Sinatra Rosario.

Dalam adat masyarakat Sikka, termasuk wilayah Maumere, sistem kekerabatan yang berlaku secara turun-temurun adalah patrilineal, garis keturunan yang ditarik dari pihak laki-laki.

Prinsip dasar ini tidak hanya menjadi identitas genealogis, tetapi juga menjadi pedoman dalam tata laku sosial, termasuk dalam urusan adat pernikahan dan pembayaran belis (heling).

 

Secara adat, keluarga pihak laki-laki memegang peranan utama dalam setiap proses pernikahan.

Mereka yang wajib mempersiapkan belis, berunding dengan keluarga perempuan, dan memastikan bahwa seluruh tata upacara berjalan sesuai norma dan kehormatan leluhur.

Hal ini menegaskan tanggung jawab laki-laki sebagai penerus garis dan pelindung martabat keluarga.

 

Namun dalam perjalanan waktu, praktik adat di beberapa wilayah Maumere mulai mengalami pergeseran nilai dan tatanan.

Dalam sejumlah kasus, pengelolaan urusan adat, termasuk pembicaraan tentang belis dan pengaturan upacara, justru diambil alih oleh pihak keluarga perempuan, atau bahkan dilakukan oleh keluarga lapis jauh yang tidak berada dalam garis patrilineal utama.

 

Fenomena ini menunjukkan adanya penyimpangan dari sistem adat yang seharusnya, karena keputusan-keputusan penting dalam urusan adat tidak lagi ditentukan oleh pihak yang memiliki hak genealogis menurut garis ayah.

Pergeseran ini sering muncul karena faktor modernisasi, hubungan kekerabatan yang melebar, atau kurangnya pemahaman generasi muda terhadap struktur adat yang sebenarnya.

 

Padahal, dalam sistem adat Sikka, keterlibatan pihak laki-laki bukan sekadar simbol, tetapi memiliki makna filosofis yang dalam yaitu penegasan identitas, tanggung jawab, dan kesinambungan garis keturunan.

 

Ketika urusan adat diserahkan kepada pihak yang tidak berada dalam garis tersebut, maka makna sakral dari pernikahan adat Sikka berpotensi memudar, dan tatanan sosial yang diwariskan leluhur menjadi kabur.

 

Karena itu, perlu ada upaya pembenahan dan penguatan kembali pemahaman masyarakat terhadap sistem adat patrilineal yang berlaku.

Setiap keluarga perlu menyadari pentingnya menempatkan peran keluarga laki-laki sebagai pihak utama dalam perundingan dan pelaksanaan adat pernikahan.

Dengan demikian, belis tidak hanya dimaknai sebagai simbol pemberian materi, tetapi juga sebagai tanda penghormatan terhadap struktur dan nilai-nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

 

Menjaga adat bukan berarti menolak perubahan, tetapi memastikan bahwa perubahan tidak menghapus akar budaya.

Dalam konteks pernikahan adat Sikka, pelibatan keluarga sesuai garis patrilineal adalah bentuk penghormatan kepada leluhur, penguatan identitas masyarakat, dan perwujudan keseimbangan dalam kehidupan sosial.

Berita Terkait

Satlantas Polres Pekalongan Kota Bagikan Ratusan Stiker dan Brosur Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas Operasi Patuh Candi 2026
Koramil 17/Wonosegoro Diserbu Anak Anak TK, Kenalkan Serunya Profesi Prajurit TNI AD Sejak Dini
Subuh Bersama Masyarakat, Kapolresta Cirebon Perkuat Silaturahmi dan Komitmen Jaga Kamtibmas
Satlantas Polres Brebes Gencarkan Edukasi Tertib Berlalu Lintas, Sasar Santri dan Masyarakat dalam Ops Patuh Candi 2026
Perkuat Kedekatan dengan Ulama dan Masyarakat, Kapolresta Cirebon Gelar Sholat Jumat Keliling di Astanajapura
Kapolresta Cirebon Pimpin Aksi Green Policing, Tanam 30 Pohon Mangga dan Ajak Personel Peduli Lingkungan
Polres Pekalongan Gerebek Tiga Lokasi, 174 Kemasan Arak Bali dan Ciu Disita!
Dewan Pimpinan Cabang  PROGRIB Kabupaten Subang Rancang Program Kerja.
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Satlantas Polres Pekalongan Kota Bagikan Ratusan Stiker dan Brosur Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas Operasi Patuh Candi 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Koramil 17/Wonosegoro Diserbu Anak Anak TK, Kenalkan Serunya Profesi Prajurit TNI AD Sejak Dini

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Subuh Bersama Masyarakat, Kapolresta Cirebon Perkuat Silaturahmi dan Komitmen Jaga Kamtibmas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Satlantas Polres Brebes Gencarkan Edukasi Tertib Berlalu Lintas, Sasar Santri dan Masyarakat dalam Ops Patuh Candi 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Perkuat Kedekatan dengan Ulama dan Masyarakat, Kapolresta Cirebon Gelar Sholat Jumat Keliling di Astanajapura

Berita Terbaru