Banten, patrolinew86.com – Dalam upaya percepatan pembangunan dan guna mendukung ketersediaan air untuk pertanian dalam upaya meningkatkan swasembada pangan. Pemerintah Pusat menggelontorkan anggaran peningkatan irigasi dengan jumlah ratusan miliar tanpa proses lelang, hanya dengan penunjukan langsung bagi Penyedia Jasa (PJ).
Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC – 3) Banten.Irirgasi Cihuni merupakan irigasi kewenangan Pemerintah Provinsi Banten melalui program Irigasi Inpres, Pemerintah Pusat melalui BBWSC – 3 Banten yang melakukan peningkatan irigasi Cihuni. Dengan tujuan percepatan pembangunan guna peningkatan Air untuk pesawahan untuk meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional.
Namun Pantauan Media di lapangan (17/9) kegiatan telah dilakukan namun tidak ada papan informasi sehingga jumlah anggaran yang di serap serta perusahaan sebagai PJ tidak ada. Dan Ironinya di lapangan PJ ini menggunakan batu bekas (Harta Karun) dalam pemasangan lining irigasi Cihuni ini.
Saat di tanyakan kepada petukang terkait mandor, jawab nya belum datang. Sementara itu saat media ini menjambangi Kantor Desa Silebu menurut salah satu staf Desa yang tidak mau menyebut kan namanya bahwa kegiatan normalisasi dan pemasangan lining di Irigasi Cihuni tidak ada sosialisasi ke desa. “Sehingga pihak desa tidak mengetahui terkait jumlah anggaran, Dinas mana yang mengerjakan, dan perusahaan penyedia jasa yang mengerjakan”, ucapnya singkat.
Dugaan PJ menggunakan Harta Karun ini , terlihat tidak adanya tumpukan batu batu yang digunakan merupakan batu bekas pasangan terdahulu, hanya ada tumpukan pasir dan semen, sementara itu batu menggunakan harta Karun.
Sementara itu media ini menjambangi Kantor BBWSC 3 Banten menghubungi PPK PJPA yang di dampingi Kasatker PJPA mengatakan, terima kasih dengan adanya informasi bahwa PJ dalam melakukan pekerjaan pemasangan lining irigasi Cihuni menggunakan batu bekas. Itu akan di tindak lanjuti, oleh Balai, ucapnya singkat. (Nur)

























