LSM GMBI Soroti Proyek Rekonstruksi Jalan Ciawigebang–Waled Tanpa Papan Informasi dan APD

Kamis, 17 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuningan,Patrolinews86.com –
Pekerjaan proyek rekonstruksi jalan penghubung Ciawigebang – Waled menuai kebingungan dan sorotan dari masyarakat. Pasalnya, hingga saat ini tidak terdapat papan informasi proyek di lokasi kegiatan, yang seharusnya memuat detail mengenai sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana, dan waktu pelaksanaan pekerjaan Kamis,(17/7).

Ketidakhadiran papan informasi ini menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat, karena tidak adanya transparansi anggaran publik yang merupakan hak masyarakat untuk mengetahuinya.

> “Kami menduga bahwa proyek ini dijalankan tanpa mengindahkan ketentuan keterbukaan informasi. Hal ini jelas melanggar prinsip transparansi publik sebagaimana diatur dalam UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Permen PUPR No. 12 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Konstruksi di Pasal 27 yang mewajibkan pemasangan papan nama proyek,” ujar perwakilan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kuningan.

 

Lebih lanjut, GMBI juga menyoroti adanya pelanggaran standar keselamatan kerja (K3) di lapangan. Berdasarkan pantauan, sejumlah pekerja proyek terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm, rompi, sepatu safety, dan sarung tangan yang seharusnya wajib dikenakan.

Ketentuan mengenai keselamatan kerja tertuang dalam:

UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lingkungan Kerja Konstruksi

Pelanggaran terhadap aturan K3 tidak hanya membahayakan keselamatan pekerja, tetapi juga dapat dikenai sanksi administratif hingga penghentian sementara pekerjaan.

Tuntutan LSM GMBI:

Dengan ini, LSM GMBI Distrik Kuningan secara resmi:

Meminta Dinas teknis terkait (Dinas PUPR Provinsi Jawa Barat) untuk menegur perusahaan pelaksana proyek atas kelalaian tersebut.

Meminta pengawasan lebih ketat terhadap pelaksanaan proyek konstruksi di wilayah Kabupaten Kuningan, terutama dalam aspek keterbukaan informasi dan keselamatan kerja.

“Kami mendukung pembangunan, tetapi pelaksanaannya harus sesuai dengan regulasi. Jangan sampai anggaran publik dikerjakan secara tertutup dan mengabaikan keselamatan tenaga kerja,” tegas perwakilan LSM GMBI.(bie)

Berita Terkait

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.
Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas
Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih
PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 
Polres Indramayu Buka Pelatihan Vokasi Bagi Warga PHK dan Peduli Pengangguran
Jalan Agus Salim Diaspal Ulang, Polres Pekalongan Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
PULUHAN ORMAS PEMUDA PANCASILA BERKUMPUL DI GOR TRISANJA MENGGRUDUG KANTOR PIMPINAN CABANG GERAKAN ANSHOR TEGAL. 
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:00 WIB

PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 

Berita Terbaru