Mentri Koperasi Republik Indonesia (Menkop ) RI , Budi Ari Setiadi , Mengapresiasi Kospin Jasa Pekalongan Dalam Mensukseskan Program , Makan Bergizi Gratis ( MBG )
Kota Pekalongan – Patrolinews86.com.
Menteri Koperasi Setiadi , (Menkop) Republik Indonesia, Budi Arie Setiadi, melakukan kunjungan ke perguruan Ma’had Islam Kota Pekalongan, Sabtu (22/2/2025).
Kunjungan ini, guna meninjau secara langsung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) bagi anak sekolah.
Program ini merupakan, inisiatif Kospin Jasa dan diharapkan dapat menjadi model keberhasilan dalam membangun semangat gotong royong serta sinergi berbagai pihak di seluruh Indonesia.
Menkop Budi mengapresiasi atas inisiasi Kospin Jasa Kota Pekalongan atas sumbangsih yang diberikan dalam mendukung program MBG.
Ia menegaskan, pentingnya keterlibatan koperasi dalam mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi bagi peserta didik.
“Kami melihat langsung bagaimana, program ini dijalankan oleh salah satu Koperasi di Kota Pekalongan dan ini adalah contoh konkret yang baik bagi koperasi di daerah lain seluruh Indonesia,” katanya.
Budi menyebutkan bahwa saat ini, sebanyak 1.332 koperasi di berbagai wilayah telah berkontribusi sebagai pemasok bahan baku untuk program ini.
“Sebelumnya, saya juga meninjau koperasi telur, koperasi ikan, dan koperasi beras mereka bahu membahu mendukung program MBG ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Kospin Jasa Kota Pekalongan, Andy Arslan Djunaid, menegaskan bahwa program makan bergizi nasional yang diuji coba ini merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami mendukung penuh program luar biasa ini dan melihat bahwa di Kota Pekalongan, khususnya di Ma’had Islam, program ini belum dijalankan secara optimal.”
“Oleh karena itu, Kospin Jasa berinisiatif untuk memulai implementasi makan bergizi bagi siswa di sini sebagai langkah awal,” ucapnya.
Andy menjelaskan, bahwa program ini masih dalam tahap uji coba dan telah diterapkan di Perguruan Ma’had Islam yang memiliki sekitar 2.000 siswa aktif.
“Harapan kami, kedepan kami bisa memberikan kontribusi untuk sekolah lain di Kota Pekalongan. Hari ini sebagai tahap awal, kami memulai dari Ma’had Islam.”
“Dalam pelaksanaannya, kami juga memberdayakan alumni Ma’had Islam untuk terlibat dalam proses memasak, sehingga semua elemen di Ma’had Islam turut serta dalam program ini,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Zainul Hakim, menjelaskan, bahwa 19 satuan pendidikan yang mencakup jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA telah mendapatkan alokasi program MBG.
“Saat ini, baru tersedia 2 dapur yang beroperasi untuk mendukung program ini. Kami berperan, sebagai fasilitator dan mediator dengan menyediakan data peserta didik, sedangkan penentuan penerima manfaat ditetapkan oleh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional,” jelasnya.
Zainul Hakim menambahkan, bahwa saat ini sekitar 6.000 siswa telah tercover melalui dua dapur yang ada yakni dapur utara dan dapur Barat.
Namun, untuk memenuhi kebutuhan secara menyeluruh, idealnya diperlukan sekitar 17 hingga 20 dapur tambahan.
“Secara garis besar, kami telah siap dan dalam beberapa hari terakhir, program makan bergizi gratis telah berjalan dengan baik di satuan pendidikan yang telah ditunjuk oleh SPPG,” tambahnya. ( Dw )