Utusan Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Panglima Besar Laskar kuda putih Mendatangi Abdul Karim selaku penambang Gunung Kuda .
Kabupaten,Cirebon,Bobos, Patrolinews86.com
Sultan Sepuh Jaenudin II Arianatareja adalah selaku Sultan sepuh keraton Kasepuhan kesultanan cirebon penerus generasi Sultan Sepuh yang asli trah sunan gunung jati selepas terbunuhnya sultan sepuh V matangaji 234 tahun lalu.
Beliau adalah salah satu penerus resmi putra mahkota tahta Sultan Sepuh III Raja Jaenudin yaitu Pangeran Aria Natareja generasi Keraton Kesepuhan kesultanan Cirebon dan memang yang berhak berada didalam keraton dan Salah Satu Sultan Sepuh yang sudah diverifikasi oleh Negara.
Diketahui belum lama ini ,Ramai dibicarakan terkait adanya longsor disekitaran Gunung di Desa Bobos Kecamatan Dukuh puntang Kabupaten Cirebon ,lebih tepat nya yaitu lokasi Penambangan Gunung Kuda,Bobos Kabupaten Cirebon.
Daerah tersebut adalah penghasil batu alam terbesar di Cirebon, mayoritas penduduk nya adalah berprofesi sebagai penambang harian,sebagaian pengikut penambang lain nya ,masyarakat luar.
Ramai dibicarakan adanya longsor terjadi, akibat isu yang beredar pamong keraton kasepuhan laskar kuda putih ,tindak lanjuti masalah tersebut di pimpin oleh Panglima Besar laskar kuda putih Raden Muhammad Yahya Jaya dan ketua penata aset Rd Tarno serta pasukan Laskar Adat Keraton lain nya ,untuk meninjau keadaan sekitaran lingkungan wilayah gunung kuda tersebut dilanjut bertamu kepada pihak yang pengelola terkait kegiatan penambangan tersebut ,pada sabtu sore kemarin,(15/02/25).
Dengan tujuan ,Bermediasi dengan baik dengan pihak pengelola manajemen tambang batu Abdul Karim, tersebut, tapi alhasil kepala pengelola belum bisa ditemui sabtu,itu .
Adapun yang mau mewakili adalah pihak dari menantu nya,bahwa sanya di kabarkan beliau sedang berada di kota,dengan dalih keperluan.
Sehingga laskar kuda putih melanjutkan pulang ke keraton cirebon.
” Seharusnya Abdul Karim dapat menemui kami, banyak hal yang akan kami tanyakan dan bahas, ini sudah sangat lama dalam pantauan pihak kami, karena aset ini merupakan aset kesultanan bukan milik perhutani atau perorangan, kami yang mempunyai alas haknya”, Ujar Panglima Besar LKP.
Adapun informasi yang di galih bahwa ,tanah itu merupakan milik aset keraton kasepuhan kesultanan Cirebon, dan sebelumnya Kanjeng Gusti Sultan Sepuh Jaenudin II Arianatareja alias Pangeran Kuda Putih pun sudah menyurati secara resmi pengelola tetapi tidak ada respon sampai Pangbes Laskar Kuda Putih dan Ketua Penata Aset datang,
Fifi
























