Korban Erupsi Lewotobi Minta Pemerintah Sosialisasi Dulu, Persoalan Rencana Relokasi
PATROLINEWS86.COM – FLORES TIMUR, NTT.
Korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meminta agar pemerintah melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum memutuskan merelokasi warga terdampak. Rosalia Oca (37), salah satu pengungsi, mengaku bingung ketika diminta mengambil surat pernyataan kesediaan untuk direlokasi.
Belum sosialisasi, tiba-tiba disuruh ambil surat pernyataan.
Kami masyarakat bingung, buat kami tambah beban,” ujar Rosalia kepada wartawan patrolinews86.com : Gregorius Cristison Bertholomeus, S.H.,M.H Senin (18/11/2024).
Warga Desa Hokeng Jaya, Kecamatan Wulanggitang, ini menyatakan bahwa dirinya bersedia dipindahkan ke tempat yang baru.
Hanya saja, sampai saat ini mereka belum mengetahui titik relokasi yang dimaksud.
Di tambah lagi tindak ada pemberitahuan resmi.
Untuk saya setuju (direlokasi).
Masalahnya kami bingung relokasi di mana, dan sampai saat ini belum ada imbauan, ucapnya.
Sedangkan, Kepala Desa Klantanlo, Kecamatan Wulanggitang : Petrus Muda, mengatakan, surat pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Itu dari BNPB bukan dari pemerintah desa, ucap Petrus.
Petrus mengungkapkan dalam surat pernyataan tersebut tercantum beberapa poin.
Pertama bersedia direlokasi secara terpadu oleh pemerintah atau pemerintah daerah di lokasi yang ditetapkan.
Kedua, bersedia melakukan relokasi mandiri di tanah keluarga yang lokasinya berada di luar radius rawan (9 kilometer), layak, dan tidak memiliki masalah apa pun.
Ketiga, yang tidak bersedia direlokasi baik relokasi terpadu maupun relokasi mandiri siap menanggung risiko, serta tidak menuntut kepada pemerintah apabila dikemudian hari kembali terjadi erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Petrus menambahkan, beberapa kepala desa terdampak telah melaksanakan rapat bersama BNPB di posko Pengungsian Bokang, Minggu (17/11/2024).
Dalam rapat tersebut mereka menyampaikan sejumlah aspirasi warga terdampak, termasuk penentuan titik relokasi.
Warga minta lokasi harus dekat dengan kebun.
Makanya kemarin para kades masukkan lokasi (relokasi).
Ini hari tim BNPB turun survei, jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan penentuan titik relokasi harus didahului dengan dialog bersama warga.
Pastikan dalam menentukan titik lokasi yang baru ini untuk lebih dahulu berdialog dengan warga masyarakat.
Jangan sampai nanti sudah dibangun tetapi tempatnya tidak ditinggali, tegasnya.
GELSON _ PATROLINEWS86.COM














