Politik Uang Mengguncang Demokrasi Indonesia.

- Penulis Berita

Rabu, 9 Oktober 2024 - 22:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Politik Uang Mengguncang Demokrasi Indonesia.

Oleh : Yakobus Remi.

Di era zaman sekarang ini Demokrasi Indonesia bisa dikatakan praktek politik uang.

Mengapa dikatakan seperti itu?
Karena banyak kandidat yang menggunakan uang untuk membeli suara, yang dapat mengubah hasil pemilihan dan merusak prinsip pemilu yang bebas dan adil.

Tanpa anggaran yang memadai, sulit bagi calon untuk menjangkau pemilih, terutama di daerah-daerah yang luas dan terisolasi.

Masalah ini memang sering terjadi dalam konteks politik di Indonesia.

Banyak calon pemimpin yang memiliki kemampuan, visi, dan kompetensi yang baik, tetapi tidak memiliki modal finansial yang cukup untuk bersaing dalam pemilihan umum.

Beberapa faktor terkait masalah ini adalah : Ketergantungan pada Uang:

Dalam sistem politik yang masih terpengaruh oleh praktik politik uang, calon yang tidak memiliki modal sering kali kesulitan untuk menarik perhatian pemilih atau mendapatkan akses ke media, kemudian Kualitas Pemimpin: Kandidat yang lebih fokus pada penggalangan dana daripada pada visi dan program kerja sering kali terpilih, sehingga mengurangi kualitas kepemimpinan.

Ketidakadilan dalam Akses: Praktik politik uang sering kali menguntungkan mereka yang memiliki sumber daya lebih, mengakibatkan kesenjangan dalam kesempatan untuk maju dalam politik.

Melemahkan Institusi Demokrasi: Ketika politik uang menjadi hal yang biasa, ini dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi politik dan proses demokrasi secara keseluruhan.

Kebiasaan Buruk: Jika praktik ini terus berlangsung, generasi mendatang mungkin menganggapnya sebagai norma, menghambat reformasi yang diperlukan untuk menciptakan sistem yang lebih bersih.

Mengatasi masalah politik uang dalam demokrasi memerlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan yaitu : Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak negatif politik uang dan pentingnya memilih berdasarkan kualitas calon, bukan berdasarkan iming-iming finansial, Memperkuat lembaga pemantau pemilu dan anti-korupsi untuk menindak praktik politik uang secara tegas, serta memberikan sanksi bagi pelanggar, Membangun platform bagi masyarakat untuk terlibat dalam proses politik, seperti diskusi publik dan forum, yang dapat membantu calon yang tidak memiliki modal finansial, Mendorong calon untuk berkomitmen pada kampanye yang bersih dan transparan, serta menolak praktik politik uang.

Kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta untuk menciptakan lingkungan politik yang lebih sehat dan berintegritas.

Langkah-langkah ini perlu dilaksanakan secara bersamaan untuk menciptakan sistem yang lebih adil dan berkelanjutan.

Kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat juga sangat penting dalam memerangi praktik politik uang.

Mendorong calon-calon yang berkualitas tanpa modal yang besar adalah tantangan, tetapi dengan dukungan dari masyarakat sipil, lembaga independen, dan pendidikan politik yang lebih baik, mungkin saja ada perubahan ke arah yang lebih positif.

GELSON _ PATROLINEWS86.COM

Berita Terkait

Duduki Posisi Sekjen Partai Demokrat, Hero Siap Menjalankan Tugas Besar dengan Penuh Tanggung Jawab.
Tak Akan Pernah Ada Takut Akan Korupsi Di Nusantara Ini Demi Kepentingan Pribadi Dan Kepentingan Partai Politik.
Dirgahayu Partai Gerindra yang Ke 17th DPC Gerindra Kabupaten Kuningan ,Tema Berjuang Tiada Akhir
Bung Rana Di Gadang-Gadang Untuk Menjadi Ketua DPC PDIP Kuningan
Seno Kusumoharjo Mengajak Semua Kader Untuk Segera Move On Atas Kekalahan Pilkada Boyolali.
Pasangan Dirahmati H.Dian Rachmat Yanuar dan  Tuti Andriani tetap Terpilih menjadi Bupati & Wakil Bupati Kuningan Periode 2024 –2029 dari hasil Pleno tingkat Kabupaten Kemarin.
Rapat  Pleno  Rekapitulasi Hasil Perhitungan Peropehqn Suara Tingkat Kec Bojong
Surat Suara Tidak Sah Tidak Di Buka Saat Pleno PPK Kecamatan Bukti Diduga Ada Kejahatan Masif Dan Terstruktur
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 11:13 WIB

GMOCT: Peredaran Rokok Ilegal di Kuningan, Jawa Barat Ancaman Serius yang Membutuhkan Tindakan Tegas

Rabu, 2 April 2025 - 16:46 WIB

Ketum GMOCT: Maraknya Peredaran Rokok Ilegal di Cilacap Ancaman Serius bagi Negara dan Kesehatan

Rabu, 2 April 2025 - 14:31 WIB

Ketum GMOCT dan Ketua IWOI Jateng: Oknum Wartawan di Cilacap Dipolisikan, Kasus Pemerasan Berbuntut Panjang, Penjual Rokok Tanpa Cukai Koq Tidak Diproses?

Selasa, 1 April 2025 - 12:54 WIB

Pembunuh Sadis pada Wartawan ahirnya Dihukum Seumur Hidup!

Sabtu, 29 Maret 2025 - 22:29 WIB

Putusan PN Cikarang Tidak Berpihak ke Korban Dugaan Mal-praktek RS Eka Hospital Bekasi, Yessi Irmadani Ajukan Kasasi

Jumat, 28 Maret 2025 - 10:12 WIB

LPK-RI Laporkan Willy, Pemilik Toko Sinar Elektrik Glodok, atas Dugaan Penyitaan Paksa

Rabu, 26 Maret 2025 - 23:17 WIB

Gudang Motor Curian di Kalideres Digerebek, Polisi Buru Pelaku

Selasa, 25 Maret 2025 - 08:48 WIB

Perangkat Desa Cihirup Diminta Pertanggungjawabannya Atau Kita Akan Laporkan Ke Polisi

Berita Terbaru