Semakin Banyak Penjahat Yang Mau Menjadi Pejabat.

Selasa, 30 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semakin Banyak Penjahat Yang Mau Menjadi Pejabat.

Oleh : Gregorius Cristison Bertholomeus, S.H.,M.H

Semoga kedepan ini masyarakat di Indonesia pada tahun 2024 dan seterusnya benar-benar selektif dan juga hati hati dalam memilih seseorang sebagai pejabat publik kelak.

“jangan pernah memilih penjahat yang ingin menjadi pejabat”.

penjahat yang saya maksudkan disini adalah mereka yang mendapatkan kekuasan dengan melakukan politik uang (money politics) supaya terpilih.

Tipe pejabat semacam ini tentunya sangat rawan dalam melakukan korupsi kedepannya.

Bisa tidak kita rakyat komitmen, tidak memilih orang semacam ini dari penjahat yang mau menjadi pejabat.

Ini merupakan bentuk pencegahan korupsi oleh masyarakat yaitu dengan tidak memilih pejabat yang melakukan praktik politik uang.

Tentunya masyarakat perlu terlibat dalam upaya pencegahan korupsi ini.

” jangan hanya menjadi penonton, kita rakyat harus sama-sama bergerak melawan korupsi “.

Walaupun money politics bukan hal yang baru, saya yakin sekali kebiasaan seperti ini dapat dihilangkan.
Masyarakat harus memilih pejabat publik yang punya kompetensi dan kredibilitas.

Pilih calon pemimpin yang punya kredibilitas. Punya kompetensi, integritas, dan konsisten, hemat saya.

Ada lagi bentuk pencegahan lainnya, tentunya masyarakat harus turut serta mengawasi sektor-sektor yang rawan terjadinya korupsi saat ini.
Contohnya, pada sektor sumber daya alam dan proyek-proyek atau pengadaan barang dan jasa di pemerintahan, termasuk korupsi di sektor penegakan hukum.
Penegakan hukum rawan korupsi juga, itu harus kita awasi.
Termasuk KPK harus diawasi juga.

Logika berfikir kita dari kedua kata diatas penjahat dan pejabat diatas.

Tentu seharusnya yang kita semua ketahui bahwa seorang pejabat tidak sama mungkin seandainya kedua profesi disandang oleh satu orang, hehe.

Misalnya, jika seseorang sudah menjadi pejabat, tentunya kita berharap yang bersangkutan menjadi orang baik dan bisa menjadi teladan bagi orang-orang dibawahnya.

Terus faktanya jika dilihat dan yang kita alami bagaimana dengan keadaan saat ini?
Tidak begitukan??

Di Negeri kita ini seharusnya banyak pejabat yang mestinya sudah menjadi orang yang terhormat, kenyataan tidak demikian, ada oknum pejabat yang merangkap menjadi penjahat.

Misalnya sudah menjadi bupati, gubernur, menteri, anggota DPR, DPD dan sebagainya tetapi masih saja ada oknum-oknum tersebut yang masih melakukan korupsi.

Padahal sudah punya kekuasaan, herannya masih saja rakus bahkan gila kedudukan.

Sudah dipercayakan dan dipilih oleh rakyat, masih juga membuat kebijakan atau mengambil langkah yang merugikan.

Akibatnya orang yang seperti ini sudah buruk, cacat namanya dan menjadi tidak terhormat lagi bahkan dibenci serta dimusuhi rakyat.

Jika demikian, bisa dibenarkan kalau istilah pejabat disamakan dengan penjahat.
Apalagi di negeri kita yang segalanya masih perlu pembenahan.
Mulai dari segi penataan hukum, pendidikan, kedisiplinan pemerintah sebagai panutan, keadilan, dan kesejahteraan yang harusnya sudah dikenyam oleh masyarakat bawah sejak silam.

Masyarakat hanya bisa menunggu perubahan dan harapan, semoga jangan ada lagi pejabat yang merangkap jadi penjahat, atau penjahat yang berkedok pejabat.
Menunggu sesuatu itu rasanya tidak enak, sakit bahkan memalukan.

Wahai para pejabat yang terhormat, selesaikanlah tugasmu dengan penuh kejujuran.
Jangan pernah menjadi penjahat yang tidak jujur dalam perbuatan juga tugasmu.
Ingat, kita masih bisa makan nasi dengan garam, ada jeritan rakyat kita yang sangat susah dan membutuhkan dari kita.

Gelson_patrolinews86.com

Berita Terkait

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.
Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas
Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih
PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 
Polres Indramayu Buka Pelatihan Vokasi Bagi Warga PHK dan Peduli Pengangguran
Jalan Agus Salim Diaspal Ulang, Polres Pekalongan Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
PULUHAN ORMAS PEMUDA PANCASILA BERKUMPUL DI GOR TRISANJA MENGGRUDUG KANTOR PIMPINAN CABANG GERAKAN ANSHOR TEGAL. 

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:00 WIB

PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 

Berita Terbaru