Anggaran Pemeliharaan Irigasi BBWS Citarum, Dipertanyakan
Karawang, Patrolinews86.com – Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS) Citarum bertugas untuk membangun, dan Operasi Pemeliharaan (OP) baik irigasi, Situ, serta bendungan, pantai, danau, embung, serta yang lainnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan BBWS Citarum di bagi menjadi tiga bagian, dengan tujuan agar penangan kegiatan baik kontruksi dan OP, dapat ter arah. Tiga bagian ini meliputi Citarum Hulu meliputi Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, Kota Bandung dan Kota Cimahi, Citarum Tengah meliputi Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Purwakarta, sedangkan Citarum Hilir meliputi Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang.
Pantauan Patrolinews86 di Citarum Hilir dalam Operasi dan Pemeliharaan (OP) Saluran Induk Pelem (BTU ), sekunder Kiara (sekunder BTU 5), tidak ada pemeliharaan irigasi, gulma dan rumput dibiarkan begitu saja seakan tidak bertuan.
Menurut Kosim salah satu masyarakat di sekitar sekunder Kiara kepada Patrolinews86 mengatakan, sekunder Kiara (BTU 5) sama sekali tidak ada pemeliharaan baik babadan rumput serta pengangkatan gulma. Kalau ada pemeliharaan rumput maupun gulma tidak akan seperti ini, sambil menunjukan lokasi irigasi sekunder Kiara.
Saat ini Saluran Induk Pelem sedang ada pembangunan, perbaikan pintu-pintu air, serta pengerukan sedimen yang di kerjakan oleh PT. Nindia Karya (NK). Namun sangat di sayangkan pengerukan sedimen tidak di buang ke tempat yang selayaknya, namun hanya di simpan di tanggul kanan-kiri Saluran Induk Pelem, sambungnya. (2/6)
Sedimen yang di simpan ditanggung Induk Palem seakan pekerjaan percuma. Dimana saat musim hujan tiba sedimen tersebut akan terbawa oleh air hujan, memenuhi saluran induk kembali, dan menutupi jalan beton sehingga membahayakan pengguna jalan, tegasnya.
Pantauan Patrolinews86 di sekitar Saluran Sekunder Kiara, nampak jelas bahwa OP irigasi tidak ada sedangkan ini sudah triwulan ke dua, dan tumpukan sedimen di Saluran Induk Pelem yang di kerjakan oleh NK terkesan asal.
Sampai berita ini di turunkan baik pihak BBWS Citarum dan pihak rekanan NK belum bisa di konfirmasi. (Nur)















