PNS, TNI/POLRI Tidak Boleh Masuk Kampung Adat Dukuh Di Garut Ini Ceritanya

Jumat, 19 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PNS, TNI/POLRI Tidak Boleh Masuk Kampung Adat Dukuh
Di Garut Ini Ceritanya

Garut Patrolinews86.com – Seperti dalam Pemilu saja. ASN, PNS dan TNI/Polri tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Di kampung Adat Dukuh, di kabupaten Garut

terdapat beberapa larangan adat yang tidak boleh dilanggar Salah satunya adalah ASN/PNS dan TNI/Polri tidak boleh melakukan ziarah.
Begini alasan dan ceritanya.
Seperti diceritakan juru kunci kampung Dukuh Lukmanul Hakim atau kerap dipanggil Mama Uluk. Saat di wawancarai patrolinews86.com
29 JANWARI 2024

Konon pada masa kejayaan kerajaan Sumedang, terdapat seorang Kiai yang sangat terkenal pada masanya. Dia bernama Syeh Abdul Jalil.
Suatu hari, maha patih Sumedang Raga Gempol membujuk Syeh Abdul Jalil untuk menjadi Penghulu Neger (Ketua Agam). Karena didesak, Syeh Abdul Jalil pun menerima titah sang patih dengan syarat;
– Tidak boleh melanggar syariat Islam.
– Penguasa harus bersatu dengan rakyatnya.
Suatu saat Syeh Abdul Jalil sedang menemui gurunya di Mekah Arab Saudi, terdapat kejadian yang menggegerkan di negri Sumedang. Patih Raga Gempol membunuh utusan kerajaan Banten.

Sepulang dari Mekah, Syeh Abdul Jalil merasa kecewa karena telah dikhianati atas peristiwa tersebut. Syeh Abdul Jalil pun memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya dan melakukan perjalanan untuk menjalankan musi Agama Islam. Beliau menetap di sebuah kampung, yang sekarang disebut kampung Adat Dukuh.
Mungkin karena patih Raga Gempol dianggap sebagai aparatur negara yang telah mengingkari janji, sampai sekarang, ASN/PNS dan TNI/Polri tidak bisa berziarah di area Maqom Karomah kampung Dukuh.
“Kalau untuk bersilaturahmi ke kampung Dukuh boleh-boleh saja. Hanya tidak boleh berziarah ke Maqom Karomah”, Tutur mama Uluk.

(Samsul)

Berita Terkait

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.
Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas
Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih
PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 
Polres Indramayu Buka Pelatihan Vokasi Bagi Warga PHK dan Peduli Pengangguran
Jalan Agus Salim Diaspal Ulang, Polres Pekalongan Kota Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
PULUHAN ORMAS PEMUDA PANCASILA BERKUMPUL DI GOR TRISANJA MENGGRUDUG KANTOR PIMPINAN CABANG GERAKAN ANSHOR TEGAL. 

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Bupati Eman Suherman Minta BPR Majalengka Perkuat Manajemen Risiko.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Satlantas Pekalongan Kota Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Peduli Warga Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Kapolda Kalteng Salurkan Air Bersih untuk Warga Pangkalan Bun

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Pekalongan Salurkan 18 Ribu Liter Air Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:00 WIB

PT.Lambang Bumi Perkasa di Duga Belum Kantongi Ijin Resmi Pemakaian Air Sungai 

Berita Terbaru