Pasar Rakyat Tradisional Di Desa Sukamulya
Menjadi Agenda Rutin Mingguan
Cianjur | patrolinews86.com -Pemerintah Desa Sukamulya Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur, menjadi tempat pasar rakyat tradisional sebagai agenda rutin mingguan karena terbukti diminati masyarakat dan menjadi ajang promosi yang efektif bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah setempat maupun pedagang kecil yang berdatangan dari luar desa lainnya.
“Peminat pasar rakyat tradisional juga cukup banyak karena mencapai 300-an pelaku usaha yang membuka gerai lapak dipinggir jalan tepatnya didepan halaman kantor kepala desa untuk berjualan,” kata Kepala Desa H.Iman Nurjam.”Sabtu (30/12/2023)
H.Iman memaparkan Rencana kedepannya,pasar rakyat Tradisional bisa dikembangkan dengan dibangunnya Jongko Dan Gerai permanen yang bisa dibuka tutup, sehingga membuka kesempatan bagi pelaku usaha sekaligus menertibkan para pedagang di pasar rakyat tradisional lebih berkembang dan teratur, Dan bisa dijadikan tambahan PADes untuk Desa Sukamulya, sementara ini sudah berjalan 6 tahun para pedagang cuman dipungut untuk biaya kebersihan sja senilai 2000 rupiah. Dengan bertujuan bisa mendongkrak perekonomian Masyarakat desa Sukamulya umumnya untuk sekitarnya.
Sambung H.Iman, Menjelaskan kegiatan serupa juga akan dibangunnya Desa Mart yang akan dikelola oleh BUMDES untuk membangkitkan Usaha Kecil Menengah dan memudahkan warga setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bermuara pada peningkatan perekonomian kerakyatan.”Jelas kades H.Iman N
Hasil pantauan awak media di sejumlah gerai dan lapak di pasar rakyat tradisional desa Sukamulya yang dibuka seminggu sekali setiap hari Sabtu pagi dari Pukul 06.00 sampai dengan 10.00 Wib. di sepanjang Jalan Desa Sukamulya.
banyak para pedagang yang menyampaikan barang dagangannya banyak diminati pembeli. Bahkan, banyak produk Tradisional yang kualitasnya bisa disandingkan dengan produk serupa yang memiliki nama merek terkenal dari mulai sayuran,ikan,daging, perabotan rumah tangga kebutuhan sehari-hari sampai ke pakaian.
“Tinggal memberikan pelatihan pemasarannya agar semakin dikenal,” ujarnya.
Ketika produknya banyak diminati, secara otomatis produksinya juga akan meningkat.
“Ungkap pedagang
Selain dipasarkan secara konvensional, imbuh dia, produk tradisional tetap harus dipasarkan secara daring dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial karena tidak membutuhkan biaya yang besar.
Umi Sari, salah satu penjual jahe bubuk dan madu mengaku produknya banyak diminati pembeli, sehingga transaksinya memang lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa.
Selain dipasarkan secara konvensional, dia mengaku, produknya juga dipasarkan secara daring.
Ia juga berharap acara seperti ini digelar secara rutin seminggu dua kali atau ditambah hari dalam seminggu Yakni Sabtu, Minggu. karena menjadi ajang promosi murah bagi pelaku usaha kecil seperti dirinya.”harap para pedagang
Kepala desa H.Iman N berpesan dan berharap agar Pemerintahan Daerah Kabupaten Cianjur, Melalui Dinas terkait bisa membantu Mohon Dukungan, bantuan dan perhatiannya.”agar kami sebagai pemerintahan Desa bisa mengembangkan dan mempertahankan pasar rakyat tradisiona ini lebih besar dan berkembang. “Tutup H.Iman Nurjaman (Deden Sudiana)
























