Mahasiswa kukerta UNRI desa Pisang Berebus sukses melaksanakan sosialisasi penting nya HKI
Pisang berebus-gunung toar patrolinews86.com – Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan salah satu unsur penting bagi para pelaku usaha. Dengan adanya HKI, para pelaku usaha dapat jelas memisahkan antara hak dan kewajiban yang dimilikinya. Mengingat banyaknya UMKM yang tersebar di Desa Pisang Berebus, mahasiswa Kukerta UNRI 2023 melaksanakan seminar HKi sebagai bentuk upaya pengenalan pentingnya HKI kepada masyarakat.
Seminar HKI yang bertemakan “Sosialisasi Pencegahan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual dan Perlindungan Hukum terhadap Pelaku Usaha” sukses dilaksanakan pada Kamis, 03 Agustus 2023 di Kantor Desa Pisang Berebus. Seminar ini bertujuan untuk mencegah terjadinya pelanggaran kekayaan intelektual bagi produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha terutama di Desa Pisang Berebus.
Dimulai dengan penyampaian materi terkait HKI oleh Bapak Muhammad Zulhidayat, S.H., M.H. selaku dosen pembimbing lapangan Kukerta UNRI Desa Pisang Berebus 2023. Dilanjutkan dengan talkshow bersama Ibu Surmayanti selaku pemilik usaha Batik Nagori dan Bapak Juprisal selaku Kepala Desa Pisang Berebus. Pada talkshow tersebut,
Ibu Surmayanti menjelaskan awal mula bisa terbentuknya Batik Nagori hingga kendala-kendala yang dihadapi selama menjalankan usaha tersebut.
Berdasarkan informasi dari Bapak Kepala desa pisang berebus Juprisal bahwasanya banyak terdapat jenis UMKM di Desa Pisang Berebus, yaitu Batik, Kerupuk, Gelamai, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, menurut mahasiswa Kukerta UNRI 2023, Desa Pisang Berebus merupakan sasaran tepat untuk melakukan pengenalan HKI kepada masyarakatnya.terang nya .
“Jadi menurut saya, HKI merupakan hal yang penting bagi pelaku usaha baik berupa perlindungan merk, kemasan, logo, motif, desain, dan hak cipta terkait produk yang dihasilkan”, ujar Pak Zulhidayat selaku dosen pembimbing lapangan.
“Awal mula saya ingin menghaki kan produk saya karena Batik Nagori sudah dikenal oleh banyak orang tetapi belum saya haki kan, sehingga saya disarankan langsung oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual untuk menghakikan Batik Nagori”, ujar Bu Surmayanti, pemilik Batik Nagori.
Seminar tersebut dihadiri oleh perangkat desa, ibu BPD( Badan Pengawas Desa), Ibu Tim Penggerak PKK, dan masyarakat desa. Sedangkan seminar ini ditaja oleh anggota Kukerta UNRI 2023 meliputi M. Alnanda Satrio (FAPERTA), Afdhalon Iksan (FEB), Olivia Yolanda Fransisa (FMIPA), Phalosa Apsalina (FH), Dewi Angel Caroline (FH), Amelia Jelita Putri (FH), Yadira Maharani (FEB), Nur Ramayanti (FPK), Amanda Merdissi (FPK), Addina Fitria (FPK), Yadira Maharani (FEB).***
Sulmadri,SP















