Diduga bayak masalah kepala sekolah baru juga diangkat sulit dihubungi.
Dalam menduduki satu jabatan harus teruji dari berbagai aspek itu sangatlah penting arena dengan memiliki wawasan dan SDM ( sumber daya manusia) yang mempuni dan teruji akan berpengaruh pada kepemimpinannya apalagi dibarengi dengan memiliki keimanan dan ahlak yang kuat .
Tetapi apa jadinya kalau sistem perekrutan menduduki satu jabatan seperti contoh diatas tidak didasari dasar pondasi agama atau SDM yang kuat mempuni dan kuat, tentu bisa berpengaruh pada kepemimpinannya apalagi cara perekrutannya dukdik ( duduk dulu baru dididik) tentu akan ketinggalan apalagi di jaman modern canggihnya ITe sekarang ini .
Seperti satu contoh dalam satu kepemimpinan Akhmad Sodikin sebagai kepala Sekolah SMAN I Jatisari Karawang baru juga diangkat I tahun angkatan baru mutasi tahun kemarin yang sudah di tempatkan di Grid A dalam kepemimpinannya dianggap sangat sulit sekali dihubungi bahkan kabarnya kalau ada pun selalu dikatakan tidak ada dan hanya ada seorang satpam yang siap dihadapkan dengan para kuli tinta saat berkunjung ke sekolah tersebut serta pemandangan biasa harus adu argumen dan adu urat sarap ketika ditanya rekan media mau berkunjung ke kepala sekolah.
Pemandangan seperti itu tentu menjadi tanda tanya besar, karena menurut pengakuan sang penjaga pintu sekolah itu ( satpam) mengakui saya hanya diperintahkan oleh atasan harus seperti itu dan harus siap menjegal tamu yang masuk. Bahkan ketika ditanya meski kepentingannya bukan ke satpan tapi kepala kepala sekolah dijawabnya ia benar.”akunya.
Sementara tim patroli mencoba pingin ketemu dengan kepala Sekolah SMAN I Jatisari yang bernama Akhmad Sodikin karena adanya dugaan bahwa dalam pembangunan kemarin di jaman transisi masa peralihan kepala sekolah adanya dugaan kebocoran anggaran sejak masa kepala sekolah ibu hj digantikan H Em dan sekarang Akhmad yang semuanya pindah disaat pertengahan membangun .Yang pada ahirnya dikabarkan guna penyelesaiannya harus menuntaskan di jaman Akhmad Sodikin dengan memakai anggaran dana bos.
Bahkan menurut sumber dilapangan kegiatan pemeliharaan sekolah yang dibiayai dari dana bos di sekolah tersebut di tahun 2022 menjadi membengkak hampir mencapai Rp.350 jutaan lebih dan ini tentu menjadi oper load pengalokasian anggaran bos untuk pemeliharaan dengan kos yang cukup besar.
Sayang berbagai inpormasi miring dilapangan Akhmad Sodikin sangat sulit sekali dihubungi sehingga berita ini diturunkan yang bersangkutan tetap sulit bahkan diduga jarang ada ditempat.
Tentu bagi kepala dinas pendidikan provinsi jawa barat H Wahyu ,halmini harus menjadi PR kalarena bagaimanapun juga sebuah amanah yang diemban oleh kepala sekolah salah satu contoh kecilnya profesional dalam kerja pelayanan dan selaly ada di tempat karena mungkin kalau dianggap indisipliner mah kan tidak mau tetapi itulah paktanya yang bersangkutan sulit dihubungi.// Dhian st/ andi kosim
Views: 74