Cirebon patrolinews86.com- Dua Kepala Sekolah di Kab Cirebon diantaranya Kepala Sekolah SMAN I Ciwaringin dan SMAN I Waled kembali dilaporkan oleh PPWI terkait adanya dugaan penyimpangan pembangunan DAK ( dana alokasi khusus) bidang pendidikan yang kini sedang dilaksanakannya.
Banyaknya inpormasi silapangan tentang adanya dugaan, KKN ( Korupsi Kolusi Nepotisme ) yang diterima pikah PPWI akhirnya mengambil langkah untuk dilaporkan saja kepada pihak aparat penegak hukum, hal itu di tempuh menurut tim dari PPWI yang disampaikan jupri dan raharjo, menurutnya supaya masukan inpormasi dan kajian adanya dugaan KKN itu bisa terang benderang .
Laporannya memang benar sudah dikasihkan kemarin rabu pada pihak kejaksaan di Sumber , harjo juga mengakui pada ahirnya dilaporkan kejaksaan Kab.Cirebon, laporan itu di buat karena dianggap banyak sekali adanya dugaan penyimpangan terutama bantuan anggaran dari pemerintah, yang diduga disalahgunakan dan bisa mengarah pada KKN (kolusi korupsi nepotisme), dugaan tersebut terutama menyangkut kepada masalah bantuan pembangunan DAK antara acuan dan RAB ada dugaan kuat banyak dugaan kejanggalan dan Mark’up harga.
Laporan ini dibuat karena bayak sekali masukan dari luar dan setelah kita kaji dipandang perlu untuk ditindak lanjutinya ke ranah hukum karena temuan dilapangan diduga banyak masalah, dan kalau pun kita dibutuhkan semua data data siap dan bisa untuk membuktikan tetapi untuk sementara kita kembalikan kepada penegak hukum karena apapun masalahnya tetap kita mengacu kepala asas praduga tak bersalah dan biar pihak hukum yang menindak lanjutinya sampai runtas, kita disini hanya akan mengawal lajunya penanganan hukum di Kejaksaan berjalan sesuai aturan dan perundang undangan yang berlaku terutama dalam pemberantasan korupsi .

Sementara Kepala Sekolah SMAN I Ciwaringin Drs.Suyanto. ataupun kepala Sekolah SMAN I Waled H Sukisna S Pd.sewaktu mau ditemui dan minta tanggapannya terkait masalah ini dirinya sangat sulit dihubungi,bahkan di sman I waled kalau mau berkunjung ke sekolah tersebut selalu dihadapkan dengan satpam yang siap menjegal bahkan tidak sedikit rekan media yang mengatakan kabarnya harus adu urat sarap ketika mau masuk kesana, mending kalau ahirnya bisa masuk ..
Sikap aeperti itupun semestinya dibenahi karena tidak menutup kemungkinan yang tadinya niat baik untuk bisa ketemu kepala sekolah bisa berbalik tdk baik akibat ulah satpam dan ini bisa menjadi preseden buruk bagi sekolah itu sendiri dengan sikap tidak baik yang ditonjolkan
.(tim)
























